BGN Akan Seleksi Chef Dapur MBG, Pengalaman Jadi Salah Satu Syarat

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:49 WIB
HIDANGAN: Suasana aktivitas di dapur MBG SPPG Sepinggan 7, Balikpapan. (ANGGI/KP)
HIDANGAN: Suasana aktivitas di dapur MBG SPPG Sepinggan 7, Balikpapan. (ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, Badan Gizi Nasional (BGN) berencana membuat sistem khusus untuk mendata para chef yang bekerja di dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, chef yang bekerja di dapur MBG nantinya harus didaftarkan melalui tautan khusus yang disediakan pemerintah. Data tersebut akan digunakan untuk menilai profil, sertifikasi, serta pengalaman masing-masing chef.

"Nah, jadi saya ingin Bapak Ibu semua, nanti akan kami buatkan semacam link khusus, untuk kemudian chef yang ada di dapur-dapur anda semua itu kemudian didaftarkan kepada kami," ujar Sudaryono melalui akun Instagram resminya, Kamis (10/9/2026).

Menurut Sudaryono, peran chef sangat penting dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima MBG. Chef dinilai memahami pemilihan bahan, teknik memasak, hingga waktu yang tepat untuk mengolah dan menyajikan makanan.

Ia mencontohkan, chef memiliki pengetahuan mengenai bahan makanan yang mudah rusak, jenis masakan yang perlu segera dikonsumsi, serta waktu yang tepat untuk memasak agar makanan tetap aman dan berkualitas.

BGN juga akan melakukan pemeriksaan terhadap chef yang diajukan oleh yayasan atau mitra dapur. Pemeriksaan mencakup latar belakang, sertifikat, serta pengalaman kerja sebelum rekomendasi diberikan.

Chef yang memenuhi persyaratan nantinya dapat memperoleh surat rekomendasi dari BGN untuk bekerja di dapur MBG milik mitra atau yayasan.

Sudaryono menilai keberadaan chef yang kompeten dan keterlibatan aktif pengelola yayasan menjadi salah satu faktor yang membuat sejumlah dapur MBG mampu menghasilkan makanan dengan menu yang menarik dan disukai anak-anak.

Ia mengatakan sudah melihat sejumlah contoh dapur MBG yang mampu menyediakan menu beragam dengan anggaran sekitar Rp10.000 per porsi. Menurutnya, kualitas tersebut merupakan hasil kerja sama antara chef dan pengelola dapur.

"Yang penting itu semua adalah hasil dari kerja sama yang ada di dapur itu," kata Sudaryono.

Editor : Ilmidza
dapur MBG