Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan Tim SAR Kamis 17 September 2026

Ilmidza • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 19:47 WIB
Ilustrasi pencarian jurnalis yang hilang saat meliput gunung anak Krakatau. (Pinterest)
Ilustrasi pencarian jurnalis yang hilang saat meliput gunung anak Krakatau. (Pinterest)

KALTIMPOST.ID, Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa 5 jurnalis serta 3 awak kapal di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026). Setelah berlangsung selama 10 hari, tim gabungan belum menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan para korban yang hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026.

​Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa penutupan operasi ini telah sesuai dengan regulasi standar Basarnas. Evaluasi bersama TNI AL dan Polairud mengonfirmasi tidak adanya objek maupun indikasi temuan baru di area pencarian.

Fakta Penghentian Operasi SAR

Langkah Pemantauan Lanjutan

​Meski pencarian lapangan dihentikan, Basarnas tetap memperkuat pemantauan melalui sistem e-broadcast kepada seluruh kapal yang melintas di Selat Sunda. Nelayan dan masyarakat pesisir yang menemukan informasi atau material terkait Arupadhatu 1 diimbau untuk segera melapor ke pihak kepolisian terdekat atau Kantor Basarnas Banten.

Editor : Ilmidza
Gunung Anak Krakatau 5 jurnalis hilang