KALTIMPOST.ID,PANDEGLANG-Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima jurnalis dan tiga kru Kapal Arupadatu I yang hilang kontak di Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Kapal cepat tersebut sebelumnya hilang saat mengangkut rombongan untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penutupan operasi SAR gabungan diumumkan langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan, Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (17/9) petang.
Baca Juga: Temuan di Selat Sunda Bukan Milik KM Arupadhatu 1, Pencarian 5 Jurnalis Berlanjut
Meski pencarian aktif telah dihentikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memastikan bakal terus mendampingi keluarga para korban. Dari delapan orang yang berada di atas kapal, enam di antaranya terkonfirmasi merupakan warga Banten berdasarkan identitas kartu tanda penduduk (KTP).
"Pendampingan kami pastikan tetap berlanjut meskipun operasi pencarian aktif oleh Tim SAR Gabungan nantinya dihentikan," kata Andra Soni di Pandeglang, Jumat (18/9).
Baca Juga: Khutbah Jumat Singkat Terbaru: Jangan Sampai Iman Tumbang di Tengah Ujian Zaman yang Semakin Berat
Andra menegaskan, Pemprov Banten memikul tanggung jawab moral untuk memberikan dukungan serta kepastian informasi bagi keluarga korban selama proses pemantauan berjalan.
"Kita semua masih memelihara harapan bahwa kawan-kawan dan saudara-saudara kita ini masih bisa ditemukan. Kami akan terus membuka komunikasi untuk berkoordinasi dan menyampaikan setiap perkembangan dari berbagai pihak agar keluarga tidak kehilangan akses informasi," katanya.(*)
Editor : Thomas Priyandoko