KALTIMPOST.ID, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menelan korban jiwa. Sebanyak empat personel gabungan tim pemadam dilaporkan gugur saat berjuang memadamkan kobaran api pada Kamis (15/10).
Tiga korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah terjebak kepungan api dan asap pekat. Sementara satu petugas lainnya dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan darurat di rumah sakit.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tersebut. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengonfirmasi bahwa para korban merupakan petugas resmi dan relawan terlatih yang berjibaku menghalau lidah api agar tidak menjangkau permukiman warga.
"Saya telah memastikan langsung kepada Kepala TNBTS bahwa beliau-beliau yang gugur ini adalah elemen petugas dan relawan yang terlatih. Mereka bertaruh nyawa demi melindungi warga. Kami sangat berduka dan mendoakan para almarhum. Kejadian ini menjadi catatan penting bahwa keselamatan setiap insan yang bertugas di lapangan harus menjadi prioritas utama," tegas Emil.
Emil menjelaskan, proses pemadaman melibatkan lintas sektor. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, personel TNI/Polri, hingga elemen masyarakat. Seluruh jajaran Polisi Kehutanan (Polhut) di kawasan TNBTS juga diinstruksikan untuk memperketat dan meningkatkan frekuensi patroli.
Namun, upaya penanganan di lapangan terhadang medan geografis yang berat. Sejumlah titik api berada di area terjal yang sulit dijangkau melalui jalur darat, bahkan tidak bisa ditembus oleh tim pemadam.
Di sisi lain, bantuan helikopter untuk pemadaman udara (water bombing) masih terfokus pada penanganan karhutla skala besar di wilayah Kalimantan dan sekitarnya.
"Meski berada dalam situasi sulit dan bencana tak bisa dihindari, fokus kita saat ini adalah mencegah perluasan karhutla. Untuk titik api yang berada di area terisolasi, strategi kita difokuskan pada patroli siaga di perimeter atau garis batas aman guna memutus penyebaran api," ujar Emil.
Pemprov Jatim berkomitmen terus mengerahkan seluruh sumber daya yang ada guna menekan potensi kemunculan titik api baru, sekaligus memperketat standar keselamatan bagi seluruh petugas di garis depan.
Editor : Ilmidza