Sehari sebelum pelaksanaannya, pihak PBSI Balikpapan menggelar technical meeting (TM) di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Minggu (28/7). Agenda ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing tim yang ambil bagian.
Memimpin pertemuan tersebut, Referee Bayan Open Aang Syahrudin menuturkan, persiapan berjalan lancar, termasuk pengarahan teknis yang disampaikan kepada seluruh tim.
“Meski ada perbaikan sedikit tadi, tetapi secara keseluruhan berjalan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, hal itu tak bisa dipungkiri, mengingat banyaknya peserta yang ambil bagian di tahun ketiga kejuaraan ini digelar. Ya, pihaknya mencatat ada 1.215 peserta yang terdaftar dari 111 klub seluruh Indonesia. Mereka berasal dari 15 provinsi, termasuk 8 kabupaten/kota yang ada di Kaltim. Bahkan, Papua turut menurunkan perwakilannya di nomor ganda dewasa putra.
Lebih lanjut, Aang menyebutkan bahwa persiapan venue pun bakal dimatangkan. Mulai dari pemasangan karpet, hingga mengatur keseluruhan layout lapangan yang ada di BSCC Dome, untuk pembukaan yang bakal berlangsung besok.
“Pertandingan di Hevindo itu jam 08.00 sudah mulai, tetapi di Dome baru setelah pembukaan. Besok kita di Dome itu mungkin geladinya sore hari sambil mengumpulkan semua peserta,” jelasnya.
Sementara itu, klub-klub unggul di wilayah Kalimantan tampaknya bakal berebut gelar juara. Itu dibuktikan dengan menurunkan kekuatan penuh.
Sebut saja PB Hevindo, klub asal Balikpapan yang sukses merajai gelaran Bayan Open tahun lalu. Meski cukup realistis akan peluang di tahun ini, Manager Tim Bryan Sydney Elohim mengaku timnya tetap bakal tampil semaksimal mungkin untuk menjaga trofi kemenangan.
Untuk agenda ini, sambungnya, timnya sudah mempersiapkan diri dari bulan Januari. Mengikuti beberapa pertandingan di luar kota seperti di Samarinda dan Bontang.
“Untuk persiapan yang kami lakukan cukup baik untuk saat ini, dan antusiasme pertandingan Bayan ini lebih daripada tahun sebelumnya. Banyak sekali lawan kuat dari luar Kaltim, bahkan dari Pulau Jawa sekalipun ikut berpartisipasi tahun ini,” ucapnya.
Dirinya yang juga sebagai pelatih, mengaku masih ada peluang untuk unggul. Tetapi memang, persaingan sangat merata. Kemenangan tahun lalu pun dianggapnya bukan kemenangan mutlak, namun salah satu dari kemenangan tipis yang PB Hevindo raih.
Untuk saat ini, ia melihat semua klub punya peluang besar. Khususnya tim dari Kalimantan, yang menurunkan full team. Seperti klub dari Kalimantan Selatan, Berkat Abadi. Juga ada dari Kalimantan Timur, Pupuk Kaltim Bontang, dan dari Balikpapan sendiri ada PB Terpadu.
Karenanya, pihaknta bertekad ingin menampilkan yang terbaik di lapangan. Mengingat, semua tim berburu gelar yang sama di Bayan Open kali ini.
“Kalau optimisme, saya rasa klub lainnya pun juga akan menyebutkan kata yang sama karena kita memiliki kesempatan yang sama rata. Bayan Open ini salah satu ajang bergengsi yang akan dilaksanakan sentral Pulau Kalimantan, jadi jelas semua tim ingin hasil terbaik,” kata dia.
Tak berbeda jauh, PB Berkat Abadi, klub asal Kalimantan Selatan ini pun kembali menurunkan full team. Kata sang manager, Rizky Putra Hadi, ini sebagai wujud dari keseriusan mereka untuk merebut gelar juara umum Bayan Open 2024.
Persiapan untuk Bayan, kata dia, telah dilakukan selama sekitar satu bulan. Menurunkan sekitar 30 atlet, dia berharap para atlet menunjukkan hasil yang terbaik.
“Insya Allah sejauh ini juga tidak ada kendala, semua aman. Ya, semoga hasilnya yang terbaik bisa juara umum,” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie