Dikatakan Nur Asiah, salah satu atlet senior, kematangan lini per lini sudah memberi kekuatan penuh untuk tim. Hal ini didukung dengan penampilan para pemain muda yang bisa lebih kuat di dalam lapangan, serta peran pelatih yang selalu memberi motivasi.
“Jadi, saya rasa tim sudah siap bertarung di PON nanti,” ujarnya.
Secara pribadi pun, Asiah mengaku dirinya hanya tinggal mengasah kembali skill dan insting menembak ke gawang. Di mana, dirinya juga dipercaya sebagai salah satu juru gedor di posisi depan.
Selain itu, kata dia, mental juga harus dimantapkan lagi. Mengingat lawan juga sudah mempersiapkan diri. Meski diakuinya, tidak ada kendala yang berarti, mengingat mereka sudah disiapkan untuk fokus.
Ditanya soal lawan kuat, ia mengaku tiga daerah besar selalu diantisipasi skuad Kaltim. Yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Akan tetapi, untuk tim putri DKI Jakarta sayangnya tidak ikut PON karena dikualifikasi.
Meski mengaku target dua emas sudah diusung, nyatanya, pihaknya tetap mengantisipasi kekuatan dari tim tuan rumah. Yang tentunya bakal bermain habis-habisan.
“Kami belum bisa ukur kekuatan tuan rumah yang mana juga pasti mempersiapkan tim dengan maksimal. Tapi kami target dua emas untuk putra dan putri, sekaligus ingin jaga tradisi” tutupnya.
Editor : Uways Alqadrie