Salah satu hambatannya adalah cuaca di sekitar venue di Pantai Gampong Pande Banda Aceh kerap berubah drastis.
Hal itu terjadi lagi saat nomor putri mulai dipertandingkan, Sabtu (14/9). Race baru berjalan tiga kali, pertandingan harus dihentikan karena badai.
Dari semua nomor tanding, Kaltim hanya menempatkan Dia Tri Utami dan Nugie Triwira di kelas 470 mix yang berada di posisi pertama.
Tentu ini bukan hal yang diinginkan oleh Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltim.
Dengan cuaca yang mudah berubah, dikhawatirkan kejadian di tim putra akan menimpa tim putri.
Ya, jika cuaca buruk kembali berlanjut, makan hasil race terakhir itulah yang akan menjadi penentu medali. Artinya Kaltim hanya bisa menambah satu medali emas di nomor 470 mix.
Untuk itu, Kosim sebagai pelatih layar Kaltim berharap agar cuaca bisa bersahabat dan atlet Kaltim bisa kembali menyelesaikan race.
“Cuaca memang jadi tantangan sendiri di sini. Tapi kami akan terus berusaha agar bisa menyelesaikan race sesuai rencana. Mohon doanya saja,” tukas Kosim. (don)
Editor : Almasrifah