Hasil ini pun membuat Benua Etam bertengger di peringkat 13 perolehan medali. Selain itu, capaian ini juga merupakan peningkatan dibanding saat berlaga di Papua, di mana Kaltim hanya meraih 5 emas.
Menanggapi ini, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kaltim Suharyanto pun memberi apresiasi kerja keras seluruh atlet. Perjuangan mereka yang menyumbangkan medali bagi Kaltim, mampu mengharumkan nama Kaltim di level nasional.
“Terima kasih kepada teman-teman pelatih dan atlet. Ini kerja keras kalian semua. Alhamdulillah, kami mampu melewati perolehan medali di Papua,” ujarnya, Minggu (13/10).
Kendati meraih hasil maksimal, diakuinya Kaltim sempat menghadapi tantangan yang cukup berat. Di mana perebutan emas di Solo, jauh lebih sulit dibanding dengan Papua.
Pasalnya, lanjut dia, ada banyak nomor tanding yang digabungkan. Itu pun terjadi pada atlet Kaltim, yang mana lebih banyak naik tingkat dan melawan atlet elite.
“Di sini ada banyak nomor tanding melakukan penggabungan klasifikasi. Sehingga harus melawan atlet yang setingkat lebih unggul. Jika tidak seperti itu, Kaltim mungkin bisa dapat lebih dari 10 emas,” kata dia.
Lebih lanjut, dia berkata bahwa setelah Peparnas, para atlet diimbau untuk tidak terlena. Mereka tetap diminta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Khususnya, pars peraih emas yang sedang menjalani Pelatnas maupun yang punya peluang masuk.
Karena itu pula, dikatakannya, NPCI Kaltim berencana akan melangsungkan Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) pada pertengahan November mendatang. Ajang ini, disebut bakal jadi momentum untuk melakukan regenerasi atlet, menyambut Peparnas berikutnya.
“Terkait tuan rumah dan hal lain masih akan dibahas. Tentu ini juga persiapan awal kami menuju Peparnas edisi selanjutnya. Terlebih saat ini, ada beberapa atlet Kaltim yang bakal berstatus elite dan hanya tampil di satu nomor pada Peparnas berikutnya,” tandas dia.
Sementara itu, Jawa Tengah sebagai tuan rumah berhadil meraih juara umum dengan koleksi 161 emas, 121 perak dan 124 perunggu. Lalu di peringkat kedua, ditempati Jawa Barat dengan 120 emas, 116 perak dan 118 perunggu.
Editor : Uways Alqadrie