KALTIMPOST.ID, Seperti diketahui, skuad boling Kaltim membawa pulang satu perunggu dari PON XXI/2024 di Aceh-Sumatra Utara (Sumut). Raihan ini tentunya tidak sesuai dengan target satu medali emas yang diusung.
Padahal, boling kerap menjadi andalan Benua Etam dengan sumbangan emasnya. Salah satunya, saat berlaga di PON XIX/2016 di Jawa Barat (Jabar).
Sayang, Kaltim tidak bisa menurunkan perwakilan di PON XX/2021 Papua, karena cabor boling tidak dimainkan.
Perihal raihan Kaltim, Ketua Pengprov PBI Kaltim Rusman Yakub menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh pihak. Yang tadinya target satu emas, tetapi hanya mampu meraih satu perunggu.
“Ini juga membuat tradisi emas boling Kaltim di PON menurun. Atas nama PBI Kaltim, saya menyampaikan permohonan maaf. Tidak ada yang salah, salahnya ada di diri saya. Oleh karena itu, saya harus mempertanggungjawabkan itu dengan akan lebih bekerja keras lagi agar bagaimana PON 2028 nanti Kaltim mengembalikan tradisi emasnya,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, pihaknya pun telah mencanangkan beberapa program. Salah satunya, menggelar pelatihan pelatih boling se-Kaltim.
PBI Kaltim memang sedang mengevaluasi apa saja faktor turunnya prestasi ini. Penyebabnya ialah dikarenakan kepelatihan Kaltim yang memang harus dibenahi.
“Insya Allah rencana itu akan kami realisasikan akhir tahun ini, tetapi kami minta supaya PB PBI pusat mem-backup dan menjadikan ini sebagai program nasional,” katanya.
Lewat program ini, sambung dia, nantinya output yang dihasilkan itu akan melahirkan pelatih-pelatih yang bersertifikat nasional.
Tidak menutup kemungkinan pula, pelatih yang dihadirkan ialah pelatih nasional atau dari negara lain. Misalnya dari Amerika, Malaysia atau bahkan Singapura.
Dia menilai, saat ini boling Kaltim mengalami krisis pelatih. Sehingga, diharapkan dengan adanya pelatih-pelatih yang bersertifikat nasional, ke depan akan semakin banyak atlet-atlet yang bisa dibina di daerah masing-masing.
Selain itu, Rusman juga mengapresiasi program akademi boling bagi atlet pelajar yang dibuat oleh pihak BSB.
Baca Juga: Tren Kunjungan ke Mal di Kaltim Berubah, Tenant Kuliner Jadi Primadona
“Menurut saya ini lompatan yang luar biasa. Apalagi, insya Allah akhir tahun ini dan paling lambat awal tahun depan bowling center di Samarinda juga akan beroperasi,” tambahnya.
Kemudian, dirinya juga mendapat informasi bahwa pihak BUMN, yakni LNG Bontang berencana untuk merehab bowling center-nya.
Dengan adanya lintasan boling di tiga kota, yakni Samarinda, Bontang dan Balikpapan, maka dapat dipastikan Kaltim kembali jaya.
Karena, ia berkata Kaltim pernah mengukir prestasi dikarenakan tiga daerah ini masih memiliki bowling center.
Sekarang dengan kembalinya itu, PBI Kaltim optimis bisa mengembalikan tradisi emas boling Kaltim di PON. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini