KALTIMPOST.ID, Sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang baru pertama kali dipertandingkan di PON, skuad hapkido Kaltim merasakan persaingan yang ketat.
Berjuang habis-habisan di PON XXI/2024 Aceh-Sumut lalu, hapkido hanya mampu meraih medali perak.
Capaian ini tentunya cukup membanggakan bagi Pengprov Hapkido Kaltim (HI) Kaltim.
Mengingat mereka hanya mengirimkan satu atlet, Janitra Cikan Silawarti yang turun di nomor Daeryun Putri Under 59 kg.
“Ini adalah pencapaian luar biasa, satu atlet dan satu medali perak. Kami sangat bangga dengan hasil ini,” ujar Sekretaris Pengprov HI Kaltim Juli Prastomo.
Walau hanya satu atlet yang lolos kualifikasi, sambungnya, mereka menunjukkan persiapan yang matang selama enam bulan di Pelatda. Meski diakuinya, ada beberapa kendala yang dialami selama pertandingan.
“Secara umum tidak ada kendala besar, tapi kualitas fasilitas penyelenggaraan kurang memadai. Konsumsi dan tempat penginapan juga kurang layak," tambah Juli yang juga pelatih hapkido Kaltim.
Ditanya soal persaingan, dia menyebut bahwa kekuatan terbilang merata di tiap semua daerah. Menurutnya, tidak ada daerah yang mendominasi.
Ini memberikan pihaknya keyakinan bahwa di masa depan, Kaltim bisa bersaing lebih ketat jika memiliki lebih banyak atlet.
Mengenai performa atlet pun, Juli menilai persiapan sudah cukup maksimal, meski masih ada beberapa teknik yang perlu diperbaiki, terutama teknik bantingan.
“Di final, Janitra harus menghadapi atlet tangguh dari Sulawesi Utara, yang sebelumnya juga meraih emas di babak kualifikasi. Atlet tersebut memang kuat, dan kami sudah pernah bertemu di kualifikasi. Namun, kami tetap bersyukur dengan hasil ini dan akan melakukan evaluasi untuk lebih baik ke depan,” tuntasnya. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel
Editor : Dwi Puspitarini