Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ingin Seantusias Tahap Pertama, Pelatihan Pelatih Fisik KONI Kaltim Diikuti 50 Peserta

Rendy Fauzan • Jumat, 13 Desember 2024 | 22:05 WIB
Para peserta pelatihan pelatih fisik level 1 nasional tahap kedua yang digagas KONI Kaltim diharapkan bisa memaksimalkan peluang dalam menyerap ilmu dari berbagai narasumber.
Para peserta pelatihan pelatih fisik level 1 nasional tahap kedua yang digagas KONI Kaltim diharapkan bisa memaksimalkan peluang dalam menyerap ilmu dari berbagai narasumber.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Atlet dengan fisik berkualitas berpeluang lebih besar meraih prestasi. Nah, kualitas fisik atlet hanya bisa dibangun dengan dukungan pelatih berkompeten.

Itulah fakta yang didapati Kaltim setelah mentas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara (Sumut). Performa sejumlah atlet Bumi Etam kedodoran di laga penting, tidak lepas dari kondisi kebugaran atau kualitas fisiknya yang tidak optimal. Medali emas banyak luput, Kaltim pun belum berhasil kembali ke lima besar.

“Ini adalah momen penting untuk kita semua, membangun kembali kekuatan Kaltim agar bisa tampil maksimal pada multiajang nasional pada masa mendatang,” jelas Ketua Harian KONI Kaltim Husinsyah. Itu dia sampaikan saat membuka pelatihan pelatih fisik level 1 nasional tahap kedua gagasan KONI Kaltim, Jumat (13/12) pagi.

Ada 50 peserta yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka diharapkan bisa memanfaatkan kegiatan itu untuk menjadi bagian dari terwujudnya program 1.000 Pelatih Fisik yang digaungkan KONI Kaltim. “Manfaatkan kesempatan ini, agar bisa menjadi pelatih yang layak atau berkompeten dalam membina atlet menuju prestasi terbaiknya,” terang dia.

Sementara itu, narasumber dari Lembaga Pendidikan Pelatih Olahraga (LP2O) Lankor Prof Ria Lumintuarso, mengapresiasi langkah Kaltim yang begitu cepat dalam langkah pengembangan pelatih fisik. Dia pun senang dengan antusiasme peserta yang sangat tertarik dalam menggali ilmu tentang kepelatihan fisik.

Pada tahap pertama yang digelar pada November, para peserta menunjukkan antusiasme untuk belajar, meski banyak yang berpengalaman. Daya serap mereka dinilai bagus, saat mempraktekkan teorinya juga baik. Termasuk ketika mempraktekkan secara khusus secara kecabangan. Mereka saling berdiskusi dan menerima banyak masukan. “Saya harap antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh peserta di tahap kedua ini,” terang dia.

Dia mengatakan, pelatih fisik tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan banyak pihak dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan olahraga. “Seperti psikologi dan fisiologi, itu akan lebih mantap ketika semua bisa bekerja sama. Dan, jika itu bisa berjalan, dampaknya bagus untuk Indonesia. Kaltim ini tergolong berlari lebih cepat dibandingkan daerah lain,” ucapnya.

Tidak ada perbedaan paparan materi yang akan disampaikan pada pelatihan kali ini. Yang membedakan hanyalah pesertanya. Mereka adalah pelatih dari cabor yang belum berkesempatan ambil bagian dalam pelatihan tahap pertama. “Masih tetap ada teori, praktik di lapangan, dan evaluasi,” jelas ketua panitia pelatihan pelatih fisik level 1 nasional KONI Kaltim Ego Arifin. (*)

 

Editor : Ery Supriyadi
#Antusiasme #Kebugaran #Kompeten #KONI kaltim #pon #medali #pelatih fisik