KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kepengurusan baru Ikatan Motor Indonesia (IMI) Balikpapan punya tugas besar. Di bawah kepemimpinan I Gusti Lanang Wiweka, cabang olahraga (cabor) ini bertekad untuk melahirkan lebih banyak pebalap baru.
Setelah resmi dilantik, IMI Balikpapan bergerak cepat. Dikatakan Lanang, saat ini prioritas mereka terletak pada cabor roda dua. Mengingat, roda empat sudah berjalan lama dan punya prestasi di level nasional atau internasional.
“Hanya, untuk roda dua itu balap motor, ini jadi prioritas kami sekarang. Karena selama ini sudah dua kali porprov, Balikpapan tidak pernah ikut. Artinya ini PR (pekerjaan rumah) bagi kami,” ujarnya.
Makanya, lanjut dia, mereka beberapa kali menggelar race untuk mengumpulkan bibit baru. Begitu pun pada 2025, mereka berencana menggelar dua event di Balikpapan, yakni open dan kejurprov.
“Intinya kami fokus untuk mencari atlet balap motor. Usianya di junior kan 20 ya, saat kami bikin event lumayan untuk lokal Balikpapan saja itu mencapai 30 starter. Juga pebalap-pebalap liar ada ikut. Ini bagus juga, mereka yang ingin kami gandeng,” tambahnya.
Di sisi lain, Lanang mengaku keterbatasan venue jadi kendala tersendiri. Sehingga untuk latihan nantinya, bisa saja mereka memakai pelataran BSCC Dome. Sedangkan pihaknya menyediakan motor bagi para atlet.
“Terus terang, sarana memang minim sekali. Kami biasa main di Sirkuit Kalan Samarinda. Memang memenuhi standar, dan masih layak untuk bagian safety-nya. Minimal satu putaran itu kan 1,2 kilometer. Di Kalan satu putaran 600 meter, jadi kami buat dua kali putar,” bebernya.
Sementara untuk balap motor grasstrack, ia menyebut Balikpapan sudah memiliki sirkuit di kawasan Km 11. Lintasan ini ingin mereka usulkan untuk Porprov VIII/2026 Kaltim, agar cabor grasstrack juga dipertandingkan. Pasalnya, kategori ini telah dipertandingkan di PON XX/2020 Papua dan PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
“Kami optimistis untuk grasstrack itu bisa emas. Karena Balikpapan punya atlet yang pernah juara nasional 2024 di Jakarta untuk kelas 180cc,” ucapnya.
Begitu pula kategori mini 4WD. Ia menyebutkan bahwa Balikpapan memiliki atlet. Karena itu, pihaknya telah melakukan audiensi dengan KONI Kaltim untuk persiapan porprov.
Sementara itu, Lanang menilai antusiasme pebalap-pmbalap Balikpapan cukup baik. Sayangnya, minimnya wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat tersebut.
“Karena kan sudah lima tahun vakum, dan race terakhir digelar pada 2019 di Batakan. Semoga target ini bisa terwujud,” tandasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi