Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Minta Muskot Diundur hingga Proses Klir, Klub Pendukung Prihandoko Ajukan Surat ke Perbasi Kaltim

Doni Aditya Haryono • Sabtu, 1 Februari 2025 | 07:00 WIB

Prihandoko
Prihandoko
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Balikpapan diagendakan digelar, Sabtu (1/2). Agenda utamanya adalah memilih ketua Perbasi Balikpapan periode berikutnya.

Yang menarik, salah satu bakal calon atas nama Prihandoko, gagal maju ke pemilihan. Dirinya dinyatakan gugur saat proses verifikasi dari tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP). Prihandoko dinyatakan gugur dari segi administrasi.

Dalam hal ini soal surat dukungan klub yang dinilai TPP berbeda dengan SK klub yang ada di Perbasi Balikpapan. Menyikapi hal itu, Prihandoko mengatakan bahwa sejak proses pendaftaran, dirinya menemukan beberapa kejanggalan.

Di antaranya, Prihandoko menilai TPP membuat jadwal terlalu cepat antara pendaftaran hingga penutupan. “Saya digugurkan dengan alasan mengada-ada. Semua surat dukungan klub itu ditandatangani oleh ketua dan sekretaris klub yang resmi menjabat saat ini di atas materai itu tanda tangannya, tidak main-main. Ketika mereka menggugurkan ini, berarti seolah saya membuat surat dukungan palsu dong. Padahal, TPP bisa menelepon ke pihak klub dan menanyakan keabsahan surat tersebut, tapi itu tidak dilakukan,” ungkap Prihandoko.

Di Balikpapan,  terdapat 12 klub yang aktif. Enam di antaranya memberikan surat dukungan ke Prihandoko. Sementara lima lainnya ke Ken Arif dan satu klub abstain. Melihat ini, Prihandoko mengatakan bahwa langkahnya untuk maju sengaja dijegal lewat jalur administrasi yang dinilai mengada-ada.

“Dari jumlah dukungan saja bisa dikatakan bahwa sebagian besar klub tidak puas dengan kepemimpinan saudara Ken Arif selama ini,” beber Prihandoko.

Selanjutnya, Prihandoko mengatakan dirinya dengan disertai dukungan klub yang mendukung dirinya berharap Perbasi Kaltim bisa melakukan tindak lanjut.

“Saya berharap agar Muskot Perbasi Balikpapan bisa diundur hingga semua proses berjalan benar dan transparan,” papar dia.

Sementara itu, Ketua TPP Hari Budianto mengatakan bahwa apa yang dilakukan timnya sudah sesuai prosedur yang berlaku. Terkait gugurnya pencalonan Prihandoko dikarenakan semua surat dukungan yang diserahkan tidak sesuai dengan yang ada di SK Perbasi Balikpapan.

“Kami sudah melakukan semua dengan sesuai aturan. Ketika surat dukungan yang diberikan tidak sesuai SK, ya pasti kami anggap tidak sah. Ada yang nama ketua dan sekretarisnya beda dengan yang ada di SK klub di Perbasi Balikpapan. Ada yang sudah benar nama ketua dan sekretaris, tapi berkasnya dalam bentuk fotocopy. Padahal yang namanya dukungan ini harus yang asli. Jadi, kami anggap itu tidak sah. Semua sudah tertuang di berita acara yang juga sudah saya berikan kepada saudara Prihandoko,” terang Hari Budianto.

Lebih lanjut, Hari mengaku siap membuka kembali semua berkas yang diserahkan Prihandoko saat muskot berlangsung. “Agar semuanya jelas, nanti bisa dikroscek bersama saat muskot,” lanjut dia. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#Muskot #administratif #perbasi #jadwal mundur