KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Balikpapan tuntas digelar di Swiss-Belhotel Balikpapan, Sabtu (1/2/2025).
Pada agenda tersebut, Ken Arif Danuharja Ng kembali memimpin Perbasi Balikpapan usai terpilih secara aklamasi.
Dirinya terpilih usai menerima 5 suara dari 12 klub di Balikpapan. Sementara itu, sempat terjadi polemik pada proses persiapan muskot ini.
Baca Juga: Minta Muskot Diundur hingga Proses Klir, Klub Pendukung Prihandoko Ajukan Surat ke Perbasi Kaltim
Yang mana, agenda ini sempat diminta oleh Pengprov Perbasi Kaltim untuk ditunda, dikarenakan kandidat lainnya yakni Prihandiko Triswiyanto keberatan akan keputusan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) perihal pencalonannya.
Menanggapi itu, Ken Arif Danuharja Ng menekankan pihaknya telah mengikuti sesuai mekanisme yang ada. Di mana panitia SC, OC dan Tim TPP sudah mengikuti mekanismenya.
“Memang terjadi dinamika, tetapi saya dan calon lainnya bukan musuh. Saya berniat untuk konsolidasi, karena memang tujuannya adalah memajukan bola basket di Balikpapan,” jelas Ken.
Diakuinya, Pengprov Perbasi Kaltim telah bersurat ke mereka untuk penundaan Muskot. Hanya saja, surat Nomor 110/Pengprov.PERBASI/KALTIM/1/2025 yang dikirimkan pada Jumat (31/1) sore tersebut, tidak bisa diproses mengingat persiapan yang dilakukan sudah sangat matang.
Ken menegaskan, jika memang harus berargumen, pihaknya pun memegang surat dari klub-klub untuk yang meminta untuk melanjutkan muskot sesuai jadwal.
“Saya sebagai penanggung jawab panitia SC, OC dan TPP akan terus melakukan komunikasi dan memberikan kejelasan. Semoga Muskot ini dapat dinyatakan sah oleh Pengprov Perbasi Kaltim,” tambahnya.
Selain itu, dirinya juga mengapresiasi kehadiran 8 klub dan 2 tim peninjau. Dengan situasi yang ada, para undangan tersebut tetap datang dan tidak ada keributan yang terjadi.
Di sisi lain, dirinya juga berharap kesalahpahaman ini bisa segera tuntas. Agar bersama-sama mereka bisa membangun olahraga basket di Balikpapan.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Pengprov Perbasi Kaltim Darwin Tandrin mengatakan pihaknya memang belum mengakui muskot yang telah digelar. Terlebih, pihaknya tidak ada yang hadir yang artinya agenda tersebut tidak sah.
Baca Juga: Muskot Perbasi Balikpapan Siap Digelar, Cuma Punya Calon Tunggal
Ia juga menyebut, dari informasi yang didapat ada beberapa ketidaksesuaian dalam proses penjaringan. Termasuk soal hak suara klub yang dianggap tidak sepenuhnya diakomdasi.
“Karenanya, Perbasi Kaltim akan mengirim pengurus untuk menginvestigasi dan membantu mengarahkan proses pelaksanaan muskot agar bisa berjalan dengan baik.
Rencananya pekan depan kami akan menggelar pertemuan antara Perbasi Kaltim, Perbasi Balikpapan dan KONI Balikpapan,” tegas Darwin. (*)
Editor : Ery Supriyadi