KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Persiapan dilakukan cabang olahraga (cabor) hoki selepas Lebaran. Sebagai tekad mereka untuk menapaki panggung Porprov Kaltim VIII/2026 di Paser.
Namun, munculnya kebijakan efisiensi anggaran membuat cabor turut khawatir. Pemotongan 50 persen, yang mana juga akan difokuskan lebih dulu ke Popda PPU, membuat tidak tersedianya dana untuk Pra Porprov.
Bendahara Federasi Hoki Indonesia (FHI) Balikpapan Nur Asiah cukup khawatir. Hal itu akan sangat berpengaruh dalam persiapan menuju Pra Porprov. Termasuk program latihan yang sudah mereka siapkan akan terkena imbasnya.
“Dengan kebijakan efisiensi itu entah dari pembatasan kuota atlet atau dari segi pendanaan terkait keperluan tanding, bisa jadi akan terdampak,” kata dia.
Dia mengharapkan adanya koordinasi dan kepastian, baik dari Disparpora Balikpapan maupun KONI Balikpapan.
Mesti ada solusi untuk pemberian bantuan, baik berupa materi dan motivasi bagi atlet hoki, yang selalu menjadi penyumbang medali untuk Balikpapan.
“Artinya kami berharap ada solusi untuk itu. Karena dalam setiap langkah untuk menuju prestasi, peran penting juga ada di bagian dukungan dari pemerintah,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Balikpapan Hasbi Muhammad menyebut, pihaknya bakal memikirkan alternatif lain terkait pemotongan anggaran.
Seperti penggalangan dana secara mandiri atau melibatkan perusahaan di Balikpapan dengan alternatif bantuan pembiayaan CSR. Tentunya, perlu dukungan dan pendekatan pemangku kepentingan dalam hal ini Pemkot Balikpapan.
Di sisi lain, ia juga berniat membangun komunikasi dengan KONI Kaltim dan KONI seluruh kabupaten/kota. Yang mana, hal ini tak hanya dialami Balikpapan, melainkan seluruh daerah.
Editor : Dwi Restu A