KALTIMPOST.ID, TENGGARONG - Berasal dari pedesaan, tak menyurutkan semangat Reyhan. Dia adalah salah seorang pemain Kartanegara FC U-17 yang berposisi penjaga gawang. Asalnya dari Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara.
Reyhan berhasil masuk tim Kartanegara FC U-17 melalui proses seleksi. Dia bersama beberapa rekannya dari SSB Satria Muda Jonggon mengikuti seleksi terbuka sekitar dua bulan yang lalu. Bisa memperkuat tim yang diisi pemain terbaik dari beberapa daerah membuat Reyhan bersemangat.
Nyaris setiap hari Reyhan harus menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari Jonggon Jaya ke Tenggarong untuk mengikuti latihan. Meski lelah, bungsu dari dua bersaudara itu enjoy menjalani rutinitasnya. Dukungan orangtua menjadi modal utama dirinya menggeluti sepak bola.
“Orangtua mendukung sekali saya main bola. Jadi saya tidak ingin bermain-main dalam berlatih, saya ingin membanggakan orangtua lewat sepak bola,” terang Reyhan.
Selain itu, dukungan dari pihak sekolah di SMK Pertanian El Fhaluy Alfaizin Loa Kulu juga jadi support tambahan. Dia menuturkan, selama mengikuti latihan bersama Kartanegara FC U-17 dirinya kerap tidak masuk sekolah. Namun demikian, pihak sekolah tetap memberikan izin.
“Kadang kan latihannya pagi, pukul 07.00. Saya pasti gak bisa sekolah. Jadi saya izin. Alhamdulillah kepala sekolah saya, Pak Muhtarom mendukung. Jadi saya pribadi ingin mengharumkan nama sekolah lewat sepak bola sebagai timbal baliknya,” kata dia.
Saat ini posisi Reyhan di tim memanglah bukan penjaga gawang utama di Kartanegara FC U-17. Namun baginya, bisa masuk di tim saja dia cukup bangga. Dia berjanji akan terus berlatih dan bekerja keras agar kelak bisa menjadi penjaga gawang profesional.
“Sebagai pemain tugas saya mengikuti apa yang diperintahkan oleh pelatih. Soal pilihan utama atau bukan, saya tidak mempermasalahkan itu. Kami semua di tim saling support satu sama lain, tidak ada rasa iri kepada pemain inti atau cadangan. Pelatih lebih paham kebutuhan tim,” tegas dia. (*)
Editor : Ery Supriyadi