KALTIMPOST.ID, PERLAHAN tapi pasti, basket Kaltim mulai bergairah. Itu tak lepas dari peran Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kaltim di era kepemimpinan Darwin Tandrin. Fokus utama dititikberatkan pada pembinaan.
Sejak menakhodai Perbasi Kaltim Mei 2023 lalu, Darwin sudah melaksanakan beberapa kegiatan di kategori usia dini hingga remaja. Itu dibuktikan dengan terselenggaranya Kaltim Basketball League (KBL) yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir.
Selain itu, Perbasi Kaltim juga sudah melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) sebanyak satu kali.
Jika tak ada aral, Kejurda Kaltim akan kembali digulirkan 24 Juni 2025 ini di Balikpapan. Di Kejurda tersebut, ada beberapa kelompok usia yang dipertandingkan, mulai U-13, U-15 dan U-19.
Darwin bersyukur saat ini pembinaan basket mulai bergairah kembali. Sebagai Ketua Perbasi Kaltim, dirinya akan terus berkomitmen untuk memberikan wadah kepada klub untuk mengukur kemampuan. Salah satunya lewat KBL yang menjadi agenda rutin Perbasi Kaltim saat ini.
“Dengan adanya event yang dikemas dengan profesional, tentu klub akan memiliki tujuan dalam melakukan pembinaan. KBL hadir untuk memberikan setiap klub kesempatan mengukur hasil latihan selama ini,” ungkap Darwin.
Darwin berharap ke depan semakin ramai klub di kabupaten dan kota dalam melakukan pembinaan. Terutama di daerah yang kurang begitu populer dengan basket.
“Saat ini yang paling intens melakukan pembinaan masih Balikpapan dan Samarinda. Tapi saya lihat dari daerah lain seperti Berau, Kutim, PPU, Kukar, Bontang dan Paser sudah mulai memiliki klub usia dini.
Semoga daerah lain seperti Kubar dan Mahulu bisa menyusul, karena bukan tidak mungkin justru dari daerah yang jauh itu ada potensi yang luar biasa,” ucap Darwin.
Terkait kejurda di Balikpapan, Darwin turut berbangga karena jumlah peserta yang mendaftar saat ini tercatat 51 tim. Total pemain yang akan meramaikan persaingan di Kota Minyak sebanyak 750 pebasket.
“Selain sukses prestasi, tujuan Perbasi Kaltim adalah ingin sukses di bidang lainnya seperti di sektor UMKM. Dengan jumlah 750 pemain ini sudah pasti akan menguntungkan sektor penginapan dan pedagang makanan yang ada di sekitar venue pertandingan," sebutnya.
"750 itu belum termasuk orangtua pemain yang sebagian besar pasti akan mendampingi putra-putrinya terutama di kelompok umur 13 tahun,” pungkas Darwin.
Editor : Dwi Restu A