Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

BMTC Samarinda Sabet Juara Umum, Kaiyla Zhafira Jadi Atlet Putri Cadet Terbaik KONI-Bayan 2025

Nasya Rahaya • Jumat, 11 Juli 2025 | 19:27 WIB

ATLET TERBAIK: Dalam Kejuaraan Taekwondo KONI-Bayan Championship 2025, Kaiyla Zhafira (kanan podium) raih gelar atlet terbaik kategori cadet putri. (Nasya/KP)
ATLET TERBAIK: Dalam Kejuaraan Taekwondo KONI-Bayan Championship 2025, Kaiyla Zhafira (kanan podium) raih gelar atlet terbaik kategori cadet putri. (Nasya/KP)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tubuh bergerak cepat, tendangan-tendangan Kaiyla Zhafira Rivi Sinulingga memecah riuh GOR Segiri, Samarinda. Di ajang kejuaraan taekwondo KONI-Bayan Championship 2025, dara yang masih berseragam putih biru itu dinobatkan sebagai Atlet Terbaik pada kelas cadet putri. 

Gelar itu melengkapi prestasi klubnya, Bintang Muda Taekwondo Club (BMTC), yang keluar sebagai juara umum dengan perolehan 6 medali emas dan 1 perak.

“Latihannya cuma dua minggu, tapi tiap hari. Soalnya baru selesai tanding di Samarinda juga,” ujar gadis yang karib disapa Pira tersebut. Usianya baru 13 tahun, tapi pengalamannya di atas matras jauh melampaui angka itu.

Bukan kebetulan Pira terpilih mewakili BMTC. Pira merupakan salah satu dari 20 atlet pilihan BMTC yang tampil dalam kejuaraan ini. Meski setiap klub hanya dibatasi maksimal 20 atlet, BMTC berhasil mendominasi sejumlah kelas bergengsi. 

Pira menjadi penyumbang salah satu emas dari kelompok cadet putri, sekaligus mengantarkan klub asal Samarinda itu berdiri di puncak klasemen akhir.

Kejuaraan Taekwondo KONI-Bayan Championship 2025 sendiri diikuti lebih dari 1.200 atlet dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. Cabang taekwondo menjadi kompetisi kedua yang digelar, menyusul karate, sebelum berlanjut ke pencak silat dan sepak bola.

Bakatnya di taekwondo tak datang begitu saja, Pira sudah mulai ikut latihan taekwondo sejak kelas 4 SD. Ia diperkenalkan oleh sang ibu yang merupakan mantan atlet taekwondo Sumatera Utara dan pernah berlaga di ajang PON XVI tahun 2004 di Palembang. 

“Dikenalin mami. Mami dulu atlet taekwondo juga, ikut PON bawa nama Sumut,” katanya.

Jejak sang Ibu agaknya memberi pengaruh besar. Kini Pira sudah menyandang sabuk merah dan mengoleksi sederet prestasi. Pira mengaku sampai saat ini dia sudah mengantongi 11 medali emas untuk kejuaraan nasional dan daerah.

Kunciprestasinya terletak pada konsistensi latihan. Saat tak ada turnamen porsi latihannya tiga kali dalam seminggu. 

Namun begitu ada info kejuaraan, intensitas latihan meningkat menjadi setiap hari. “Persiapan biasanya sebulan atau dua bulan sebelum tanding,” tambahnya.

Pira bukan satu-satunya peraih medali dari BMTC. Total, klubnya membawa pulang tujuh medali emas dari berbagai kelas. Pencapaian tersebut makin menegaskan peran BMTC sebagai salah satu lumbung atlet potensial dari Samarinda yang terus konsisten mencetak prestasi di level regional.

Meski saat ini baru menjajaki arena kejuaraan nasional, Pira telah memasang target dan cita-cita yang lebih tinggi. “Mau sampai Sea Games,” jawabnya mantap ketika ditanya soal mimpi jangka panjang di dunia taekwondo.

 

Editor : Uways Alqadrie
#KONI Samarinda #GOR Segiri #taekwondo