KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kriket Kaltim menghadapi situasi pelik. Mereka terpaksa batal ikut kejuaraan nasional (kejurnas) di Bali, 20-30 Juli. “Kami tidak punya dukungan dana untuk berangkat," ucap Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim Andi Iriadi.
Sedianya keberangkatan mengikuti kejurnas difasilitasi oleh KONI Kaltim. Namun, KONI Kaltim juga sedang tidak punya dana, lantaran dana hibah dari Pemprov Kaltim ke mereka belum cair. KONI pun kesulitan mewujudkan permintaan kriket. "Rombongannya terdiri dari 33 orang. Kalau berdasarkan indeks, kita dapat Rp400 juta untuk kebutuhan rombongan," ucap dia.
Demi mengupayakan tim tetap berangkat, dia sudah mengupayakan mencari bantuan ke berbagai pihak. Namun, itu saja masih belum cukup. Dia menyayangkan situasi ini, di mana posisi Kaltim di level nasional jadi terancam. "Kejurnas ini juga salah satu syarat untuk bisa ikut di BK (babak kualifikasi) PON (pekan olahraga nasional)," urai dia.
Tidak berpartisipasi di ajang ini juga berisiko membuat posisi Kaltim di level nasional ikut melorot. Saat ini, Kaltim ada di peringkat ketiga nasional, berdasarkan hasil PON XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara. Di ajang tersebut, Kaltim membawa pulang 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
"Semoga situasi ini bisa segera teratasi. Karena kita sudah bersusah payah bisa meraih medali emas perdana itu. Sayang sekali kalau tidak bisa dipertahankan hanya karena masalah dana ini," keluhnya.
Andi berharap dana hibah untuk KONI Kaltim bisa segera cair, agar cabang olahraga (cabor) lain tidak merasakan nasib yang sama seperti mereka. "Cukup kami saja yang merasakan, cabor lain jangan. Semoga cepat cair," pungkasnya. Untuk diketahui, saat ini proses penandatanganan nota perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk mencairkan dana hibah ke KONI Kaltim masih dalam proses. (*)
Editor : Ery Supriyadi