KALTIMPOST.ID- Panahan Kaltim kembali unjuk taring. Usai memborong tujuh emas pada Kejurnas Junior di Kudus, kini 241 atlet dari kabupaten/kota se-Kaltim diuji dalam Babak Kualifikasi (BK) Porprov VIII/2026 di Samarinda.
Ajang itu sekaligus dipakai sebagai pemanasan dan seleksi menuju Kejurnas Senior di Bali pada Oktober mendatang.
Gelaran berlangsung di Lapangan Panahan Karang Asam, 12–14 September. Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Yunus, memastikan seluruh daerah hadir, kecuali Mahakam Ulu. “Total ada 241 atlet, terdiri dari 117 putri dan 124 putra,” ujarnya.
Ia merinci keikutsertaan: Berau 11 atlet, Kutai Barat 28, Kutai Kartanegara 35, Kutai Timur 23, Paser 25, Penajam Paser Utara 19, Balikpapan 33, Bontang 24, dan Samarinda 43 atlet.
“Kami berterima kasih kepada Dispora Kaltim dan KONI Kaltim atas dukungan, terutama operasional yang sangat vital,” sambungnya.
Ketua Pengprov Perpani Kaltim Sutomo Jabir menegaskan perangkaian BK Porprov dengan seleksi Kejurnas dipilih untuk efisiensi waktu dan anggaran.
“Ada masukan agar dipisah, tapi karena keterbatasan, kami rangkaikan. Harapannya kualitas tidak berkurang dan prestasi tetap terjaga,” jelasnya.
Ia mengingatkan, pada Kejurnas Junior lalu Kaltim finis peringkat empat nasional dengan tujuh emas. “Kini fokus beralih ke tim senior untuk Bali,” tambahnya.
Menurut Sutomo, dukungan pembinaan mulai dirasakan atlet. “Indeks dan SSH atlet naik, motivasi pun meningkat. Dukungan ini harus dibayar dengan prestasi, karena daerah lain juga bersiap serius,” tegasnya.
Apresiasi datang dari Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras. Ia menyebut panahan sebagai cabang konsisten dengan potensi murni lokal.
“Puncaknya di PON Aceh–Sumut, panahan menyumbang 2 emas, 3 perak, dan 1 perunggu—itu capaian tertinggi,” katanya.
Rusdiansyah menekankan dana hibah harus sebanding dengan prestasi. “Cabang yang tak berprestasi harus berpikir ulang. Untuk panahan, begitu ada pengajuan, langsung saya acc,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Kepala Dispora Kaltim Agus Hari Kesuma. Menurutnya, panahan termasuk cabang prioritas karena berpeluang di multi-event internasional.
“Pembibitan atlet hingga usia di bawah 17 tahun menjadi ranah Dispora, selebihnya kewenangan KONI. Karena itu kami selalu hadir memberi motivasi,” ucapnya.
Agus berpesan agar atlet menjaga semangat juang dan sportivitas. “Tugas kalian fokus meraih prestasi, sementara keberangkatan ke Bali menjadi tanggung jawab pemerintah bersama KONI,” pungkasnya. (rd)
NASYA RAHAYA
@nasyarahaya
Editor : Romdani.