KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Open Karate Tournament Piala Panglima TNI 2025 resmi bergulir, Jumat (19/9). Sebanyak 2.775 karateka dari seluruh Indonesia unjuk gigi pada ajang yang terlaksana di BSCC Dome tersebut.
Tercatat ada 13 provinsi yang mengisi tiga kategori yakni TNI-Polri, open dan festival. Peserta yang terdiri dari ratusan klub, dojo, personel TNI-Polri, hingga Pengprov/Pengcab ini memperebutkan 1.622 medali, dengan total hadiah Rp 196 juta.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, yang dibacakan oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) TNI Mohammad Syafii, agenda ini juga rangkaian HUT ke-80 TNI.
Di mana, tidak hanya menjadi momen untuk merefleksi pengabdian TNI kepada bangsa Indonesia, tetapi juga sarana memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat salah satunya melalui penyelenggaraan turnamen olahraga.
“Para rakyat yang saya hormati pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada ketua umum KONI pusat beserta jajaran dan seluruh panitia penyelenggara atas kerja kerasnya dalam menyiapkan turnamen ini,” ujarnya.
Kepada para atlet, dia berpesan agar bertanding dengan semangat, taat aturan, dan tunjukkan kemampuan terbaik. Kemenangan bukanlah segalanya, tetapi proses, kerja keras, dan semangat juang adalah nilai-nilai yang patut dijunjung tinggi.
Juga, Open Tournament ini dijadikan sebagai wadah untuk membangun semangat kompetisi sehat, mempererat persaudaraan antar peserta, serta menggali potensi-potensi muda yang telah bisa menjadi kebanggaan bangsa.
Selain rangkaian HUT TNI, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha juga menyebut ajang ini sekaligus wadah untuk mengembangkan olahraga karate. Serta, mencari bibit-bibit muda yang nantinya akan berprestasi di level yang lebih tinggi.
“Ini semua juga kami melibatkan induk organisasi cabor karate yaitu Forki, baik dari pusat sampai daerah,” katanya.
Sejatinya, lanjut dia, turnamen ini merupakan perintah langsung dari Mabes TNI. Untuk menyelenggarakan ajang skala nasional, yang kebetulan tahun ini diserahkan kepada Kodam VI Mulawarman.
“Nah mungkin tahun depan bisa di sini lagi atau bisa tempat yang lain. Tapi seluruh cabang olahraga itu dipertandingkan, hanya digilir tempatnya. Kebetulan tahun ini Kodam VI Mulawarman dapat karate. Antusiasnya ternyata luar biasa sekali,” tambah dia.
Untuk semakin mendekatkan diri ke masyarakat, Kodam VI Mulawarman juga ingin membantu kesulitan masyarakat. Dengan menggelar bakti sosial seperti bazar sembako murah, donor darah, khitanan gratis, serta pameran komunitas.
“Tujuannya, supaya masyarakat bisa datang ke sini, dan sambil menikmati pertandingan olahraga, mereka juga bisa melihat pameran komunitas, sekaligus kita laksanakan bakti sosial tadi,” tuntasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo