KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Keterbatasan fasilitas olahraga masih menjadi pekerjaan rumah bagi banyak cabang olahraga (cabor) di Balikpapan.
Kondisi ini membuat sejumlah pemerintah berupaya menata prioritas pembangunan dan perawatan sarana yang ada.
Baca Juga: Alarm Merah! Liverpool Kalah Tiga Kali Beruntun, Arne Slot di Ujung Tanduk
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengakui bahwa kebutuhan sarana olahraga di kota ini cukup besar.
Tak hanya untuk olahraga prestasi, tetapi juga untuk olahraga masyarakat dan disabilitas.
Saat ini, satu-satunya fasilitas yang dikelola penuh oleh Disparpora adalah Balikpapan Tennis Stadium (BTS) yang bersifat multifungsi.
“Di BTS, area indoor dimanfaatkan untuk latihan judo, sementara di lantai bawah digunakan untuk cabang olahraga lain. Kawasan ini juga kami hidupkan setiap akhir pekan dengan kegiatan olahraga, seni, dan komunitas,” jelas Ratih.
Namun, di balik semangat itu, Disparpora menyadari perlunya evaluasi menyeluruh.
Atas arahan Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, pihaknya kini menyiapkan kajian terhadap seluruh fasilitas olahraga di kota ini untuk menentukan prioritas pembangunan.
Salah satu fokus utama adalah rencana pembangunan kolam renang baru, mengingat cabang renang menjadi salah satu olahraga unggulan dengan banyak atlet berprestasi.
“Latihan renang tak bisa dilakukan di tempat umum, karena butuh fasilitas khusus. Karena itu kami usulkan pembangunan venue baru,” ujarnya.
Baca Juga: Mbappe Belum Bisa Berhenti Cetak Gol, Meski Penalti Real Madrid Diberi ke Vinicius
Ratih menambahkan, pihaknya masih menunggu penentuan lokasi yang sesuai regulasi sebelum rencana tersebut direalisasikan.
“Pemeliharaan memang tanggung jawab kami, tapi pelaksanaannya harus bertahap dan disesuaikan dengan ketersediaan tempat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi