Baca Juga: Bayan Ventforet Kofu Soccer Clinic 2025 Tuntas Digelar, Disiapkan Jadi Agenda Tahunan
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Dunia olahraga Samarinda tengah bersiap menghadapi ajang besar tahun depan. Di balik semangat pembinaan atlet dan target mempertahankan gelar juara, muncul satu langkah strategis yang jarang dibicarakan: kemandirian finansial.
Langkah itu menjadi fokus utama bagi kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda usai dilantik untuk masa bakti 2025–2029. Organisasi ini berencana mencari cara baru untuk memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga, tanpa sepenuhnya bergantung pada dana pemerintah.
Ketua KONI Samarinda Wahyudi HS mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema pendanaan alternatif untuk menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII di Kabupaten Paser pada 2026 mendatang. Langkah ini diambil guna meringankan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota Samarinda.
“Kami akan berusaha mendekati CSR dan sponsor agar bisa ikut berkontribusi. Jadi tidak semua kami bebankan ke pemerintah kota,” ujar Wahyudi saat ditemui usai pelantikan pengurus KONI Samarinda di Aula Kantor Bapperida, Ahad (9/11).
Menurutnya, kolaborasi dengan dunia usaha dapat menjadi strategi penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan olahraga. Ia menilai, keterlibatan sektor swasta akan membantu menciptakan ekosistem olahraga yang mandiri dan berdaya saing.
KONI Samarinda, kata Wahyudi, kini ingin berdikari dengan mengandalkan jejaring, kreativitas, dan kerja keras pengurusnya. “Apakah itu mustahil? Tidak. Semua tergantung kerja keras kita. Kami ingin membantu pemerintah kota agar beban pembiayaan olahraga bisa lebih ringan,” tegasnya.
Meski demikian, ia memastikan fokus utama KONI tetap pada pembinaan atlet dan peningkatan prestasi. “Masalah keuangan adalah ranah pemerintah, tapi KONI bertanggung jawab memastikan atlet siap bertanding,” ujarnya.
Sebagai bagian dari persiapan, KONI Samarinda berencana menggelar ekspos cabang olahraga (cabor) pada awal 2026. Agenda ini akan memetakan potensi dan kesiapan 63 cabor di bawah naungan KONI, sekaligus menentukan prioritas pembinaan menuju Porprov.
Baca Juga: Bayan Ventforet Kofu Soccer Clinic 2025 Tuntas Digelar, Disiapkan Jadi Agenda Tahunan
Selain strategi pendanaan, Wahyudi menegaskan kepengurusan baru berkomitmen menciptakan organisasi yang transparan dan akuntabel. Seluruh keputusan akan dibahas bersama, sementara evaluasi kinerja pengurus dilakukan secara berkala.
“Kami belajar dari KONI Kaltim yang administrasinya sangat baik. Kami ingin menerapkan prinsip yang sama—transparan, terbuka, dan loyal terhadap organisasi,” katanya.
KONI Samarinda saat ini memiliki 87 pengurus aktif yang akan bekerja mempersiapkan kontingen menuju Porprov VIII di Paser, dengan target mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih di Kabupaten Berau. (*)
Editor : Ery Supriyadi