KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG—Arung jeram menjadi salah satu identitas alam Mahakam Ulu. Namun, lebih dari itu, cabang olahraga ekstrem tersebut juga mulai menunjukkan taringnya lewat prestasi atlet lokal.
Kini, dengan amanah baru, Devung Paran didapuk sebagai ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Mahulu. Pimpinan organisasi memastikan pembinaan olahraga air tersebut akan ditingkatkan secara serius.
“Supaya FAJI Mahulu bisa jauh lebih baik, harus memfasilitasi atlet. Sarana dan prasarana latihan harus dipenuhi agar mereka bisa latihan konsisten,” ujar Devung baru-baru ini.
Dia menilai kualitas atlet tidak akan tumbuh tanpa dukungan fasilitas yang memadai, mengingat latihan arung jeram membutuhkan peralatan, jalur latihan aman, serta pendampingan rutin.
Mahulu sendiri sejatinya bukan daerah baru dalam dunia arung jeram. Atletnya pernah meraih medali perak untuk kategori putra pada ajang sebelumnya. Prestasi itu menjadi bukti bahwa potensi atlet lokal cukup besar untuk dibina ke level lebih tinggi.
"Harapannya, di pra-porprov mereka bisa tembus ke porprov 2026. Kami sudah punya modal prestasi,” kata wanita yang akrab disapa Depe itu.
Lebih jauh, Ketua DPRD Mahulu itu juga melihat prestasi atlet bukan hanya soal mengangkat nama daerah, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi promosi pariwisata Mahulu.
"Ketika FAJI bisa membawa nama Mahulu di event provinsi maupun nasional, itu otomatis menambah daya tarik wisata kita, terutama arung jeram. Riam-riam Mahulu ini luar biasa, banyak spot yang bisa dikembangkan,” ucapnya.
Kombinasi antara peningkatan kualitas atlet dan penguatan promosi wisata dianggap menjadi momentum yang tepat untuk menjadikan arung jeram sebagai ikon baru Mahakam Ulu.
Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, FAJI Mahulu optimistis dapat mencetak prestasi sekaligus mendongkrak citra daerah di tingkat nasional. (/sya)
Editor : Dwi Restu A