KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Tren positif perjalanan tim bulutangkis Balikpapan pada Popda XVII/2025 Kalimantan Timur berlanjut. Mereka berhasil mengirim tiga wakil ke partai final tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran yang berlangsung di Gedung Serbaguna Gunung Seteleng, Senin (24/11/2025).
Aksi impresif dimulai dari tunggal putri. Ratna Calya Gayatri tampil bak mesin poin tanpa jeda. Dalam waktu relatif singkat, ia menuntaskan perlawanan Jadzila asal Kutai Timur dengan skor telak 21-5 dan 21-1. Dominasi itu tidak hanya menunjukkan keunggulan teknik, tetapi juga kesiapan mental Ratna untuk menghadapi tekanan laga puncak.
Di nomor ganda putri, Alya Mubita–Khanza Dwi mempertegas bahwa sektor putri memang menjadi fondasi kekuatan Balikpapan tahun ini. Mereka mengatasi pasangan Samarinda, Rizqifia Ananda–Oka Tsaniah, dengan kemenangan meyakinkan 21-11 dan 21-7.
Terlihat jelas bagaimana Alya–Khanza lebih matang dalam pola serangan, memotong ritme lawan, dan menjaga konsistensi dari awal hingga akhir laga.
Namun, yang menjadi sorotan justru datang dari nomor ganda campuran. Duet Bryllian Alfansyah Ermanto–Raisya W. Syifana kembali menunjukkan kombinasi solid antara power dan kecermatan.
Menghadapi pasangan Samarinda Rosa A–Ibnu, mereka menang dua set langsung 21-8 dan 21-13. Penampilan Bryllian–Raisya seolah menegaskan bahwa ganda campuran tetap menjadi senjata penting Balikpapan dalam berbagai turnamen pelajar.
Pelatih Bulutangkis Balikpapan, Heri Susanto, tidak menutupi kebanggaannya terhadap performa anak asuhnya. Menurutnya, faktor kedisiplinan dan minimnya kesalahan menjadi pembeda pada fase semifinal ini. “Hari ini mereka bermain tenang. Instruksi dijalankan, dan itu terlihat dari bagaimana mereka menjaga ritme dari awal sampai akhir,” ujarnya.
Heri menilai peluang meraih tiga emas cukup besar, tetapi ia menegaskan agar para atlet tetap fokus. Di final, Ratna akan bertemu wakil Kutai Kartanegara yang memiliki gaya bermain agresif.
Sementara itu, Alya–Khanza akan menghadapi Bontang yang terkenal kuat di sektor putri. Untuk ganda campuran, ia melihat peluang tetap terbuka lebar jika Bryllian–Raisya mempertahankan koordinasi dan akurasi serangan. “Mohon doa masyarakat Balikpapan. Semoga target tiga emas bisa terwujud,” pungkasnya. (fuu)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo