Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Langkah Tim Sepak Bola Balikpapan di Fase Grup Popda XVII Kaltim di Ujung Tanduk, Baru Kumpulkan Satu Poin

Nugroho Pandu Cahyo • Minggu, 23 November 2025 | 18:39 WIB
JALAN TERJAL: Tim sepak bola Balikpapan hanya mampu meraih satu poin dari dua laga yang dijalani. Termasuk kalah dari Paser di laga perdana.
JALAN TERJAL: Tim sepak bola Balikpapan hanya mampu meraih satu poin dari dua laga yang dijalani. Termasuk kalah dari Paser di laga perdana.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dua laga tanpa kemenangan bukan hanya mempersempit peluang Balikpapan menuju semifinal Popda XVII/2025 Kalimantan Timur. Lebih dari itu, dua hasil minor tersebut memperlihatkan bahwa persoalan terbesar skuad Kota Minyak berada pada aspek konsistensi dan kesiapan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan.

Balikpapan baru mengantongi satu poin dari dua laga Grup B. Di pertandingan perdana, skenario tidak menguntungkan sudah hadir sejak hari pertama. Laga kontra Paser di Stadion Panglima Sentik pada Sabtu (22/11/2025) terhenti akibat hujan deras ketika Paser memimpin 0-1.

Pertandingan kemudian dilanjutkan Minggu (23/11/2025) dan Balikpapan gagal memaksimalkan momentum meski unggul jumlah pemain. Mereka tetap tumbang 2-3 dalam laga yang berlangsung ketat.

Keunggulan satu pemain nyatanya tidak cukup mengangkat permainan Balikpapan. Penyelesaian akhir tidak efektif, koordinasi antarlini goyah, dan ritme permainan sulit stabil setelah jeda paksa akibat cuaca buruk. Faktor lapangan becek juga membuat skema yang disiapkan sejak awal tidak berjalan sesuai rencana.

Masalah serupa muncul di laga kedua. Menghadapi Samarinda, Balikpapan kembali tampil belum sepenuhnya solid. Hasil imbang 2-2 memang menjaga asa, tetapi tidak cukup mengubah posisi mereka di klasemen. Samarinda kini mengoleksi dua poin, sementara Paser mantap di puncak dengan enam poin.

Pelatih Balikpapan, Joko Rohani, mengakui bahwa timnya mengalami penurunan fokus setelah pertandingan perdana terpotong hujan. “Lapangan becek dan jeda pertandingan membuat pola permainan tidak jalan. Anak-anak butuh waktu kembali panas, tapi momentum sudah hilang,” ujarnya.

Situasi semakin menantang menjelang laga terakhir melawan tuan rumah Penajam Paser Utara (PPU). Untuk lolos, Balikpapan bukan hanya harus menang, tetapi juga menggantungkan harapan pada hasil partai lain antara Paser dan Samarinda. Andai Samarinda menang, persaingan poin bisa berubah ketat. Jika Paser kembali menang, peluang Balikpapan tetap terbuka meski tipis.

Joko menegaskan bahwa laga pamungkas harus menjadi momen kebangkitan mental anak asuhnya. “Pertandingan melawan PPU akan kami perjuangkan habis-habisan. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan,” tegasnya.

Ia juga menilai Grup B sejak awal memang menjadi grup terberat. “Semua tim kekuatannya hampir sama. Ada tuan rumah, ada Samarinda, ada Paser yang sedang naik,” akunya. (fuu)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penajam paser utara #tim sepak bola #POPDA XVII #Jalan terjal #kaltim #balikpapan