KALTIMPOST.ID, Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) Soft Tenis resmi berakhir, Sabtu (22/11). Samarinda berhasil menjadi juara umum setelah memborong tiga medali emas dari lima nomor yang dipertandingkan.
Selain menentukan kelolosan ke Porprov Kaltim di Paser 2026, BK ini sekaligus menjadi ajang bagi Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti) Kaltim menjaring atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 4-10 Desember di Bali.
Namun, hasil BK bukan satu-satunya acuan promosi atlet. Ketua Bidang Pelatihan dan Pembinaan Pesti Kaltim, Noor Asnan, menegaskan proses seleksi tetap melalui kombinasi penilaian.
Baca Juga: Online dan Hemat Anggaran, BK Porprov Esports Kaltim Segera Digelar
“Sekitar 60 persen saja yang kami ambil dari hasil BK. Untuk junior, patokannya tetap hasil Kejurprov di Kutai Barat. Sementara kategori senior, kami rapatkan lagi siapa yang paling siap dan layak mewakili Kaltim,” ucap Asnan.
Penegasan itu diperkuat Wakil Ketua I Pesti Kaltim, Zulkarnain. Menurutnya, struktur kompetisi di BK—di mana nomor beregu putra dan putri menjadi nomor mandatori untuk tiket Porprov—membuat sejumlah atlet unggulan tidak turun di nomor tunggal.
Baca Juga: BK Porprov Basket Kaltim Digelar Desember, Peserta Dipastikan Siap Tempur
“Yang juara di beregu putra/putri otomatis lolos ke Porprov. Jadi mereka tidak tampil lagi di nomor lainnya. Itu sebabnya beberapa atlet andalan tidak bermain penuh,” terang Zulkarnain.
Situasi itu bisa dipahami, mengingat Pesti Kaltim tengah menyiapkan line-up terbaik untuk kejurnas. Beberapa atlet top, termasuk eks kontingen PON 2024, memang hanya turun di nomor wajib pada BK kali ini. Pemangkasan energi, strategi, dan pemilihan nomor menjadi pertimbangan utama sebelum tim resmi diberangkatkan ke Bali. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki