KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Dunia olahraga selam Kaltim kembali menggelar agenda tahunan untuk memetakan langkah besar tahun depan. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan strategi, terutama menghadapi tahun-tahun penting menuju ajang nasional.
Dalam forum tersebut, para pengurus diminta mencermati capaian prestasi, kesiapan fasilitas, hingga peta persaingan yang kian ketat. Barulah di pertengahan sesi, suasana mulai mengerucut pada dua isu utama: evaluasi performa dan pembenahan sarpras.
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kaltim digelar Selasa (25/11) di Gedung Pramuka, Samarinda. Agenda ini juga merumuskan arah pembinaan menuju Babak Kualifikasi Porprov dan persiapan menuju PON XXII/2028 Nusa Tenggara.
Baca Juga: Semifinal Popda 2025 Memanas: Kukar Bidik Final, Samarinda Tak Mau Kalah
Ketua POSSI Kaltim Sahid Irwan menjelaskan bahwa modernisasi tata kelola serta peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama. Di sisi lain, evaluasi pasca-PON XXI/2024 Aceh–Sumut turut menjadi sorotan.
“Memang kemarin kami hanya membawa pulang medali perak dan perunggu. Sorotan publik tentu pada medali emas. Tapi kami tetap optimistis bisa berbuat lebih baik ke depan,” ujar Sahid dalam sambutannya.
Menurutnya, peningkatan prestasi tak bisa dilepaskan dari kelengkapan fasilitas latihan di kabupaten/kota. Ia mengakui masih banyak daerah yang belum memiliki sarpras memadai, padahal selam adalah cabang olahraga yang sangat terukur.
“Kami sangat berharap dukungan pemprov terkait kelengkapan sarana-prasarana. Karena olahraga ini terukur, fasilitasnya juga harus memenuhi standar,” tegasnya.
Baca Juga: PON 2028 Terancam Sepi Atlet? Peringatan Serius dari KONI Kaltim di Rakerda POSSI
Sahid kemudian menyinggung pusat latihan selam yang berada di area Gedung Pramuka, tepat di belakang lokasi kegiatan. Fasilitas itu disebut berpotensi menjadi pusat latihan terbaik di Kalimantan, namun masih terkendala teknis.
“Kalau selesai dan berfungsi baik, itu bisa jadi satu-satunya tempat latihan berstandar di Kalimantan. Bahkan pelatih bisa memantau dari luar tanpa harus ikut menyelam. Tapi saat ini masih ada kendala teknis yang harus dituntaskan,” jelasnya.
Agenda Rakerda juga membahas kesiapan menuju kualifikasi Porprov dan pemantapan kontingen menuju PON 2028. Sahid menegaskan bahwa POSSI Kaltim telah masuk daftar peserta, meski sempat ada keraguan apakah selam dipertandingkan pada edisi tersebut.
“Kami berharap KONI Kaltim bisa memperjuangkan nomor-nomor yang sifatnya wajib. Jangan sampai sepenuhnya bergantung pada tuan rumah. Masalah ini selalu muncul dari PON ke PON,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa sejak PON XVI/2004 Sumatra Selatan, penetapan nomor pertandingan kerap dipengaruhi kebijakan tuan rumah, sehingga beberapa nomor unggulan bisa terpangkas.
Baca Juga: Warning Keras Dispora Kaltim untuk POSSI, Pengcab Wajib Punya Klub
Di luar prestasi, Sahid menekankan bahwa olahraga selam memiliki nilai tambah dari sisi wisata bahari. Banyak contoh daerah yang tumbuh karena kekuatan wisata bawah laut.
“Bali, Berau, Labuan Bajo, Raja Ampat, semuanya tumbuh dari pariwisata. Ini potensi besar. Kami berharap cabor ini dilihat bukan hanya dari teknis pertandingan, tapi juga kontribusi wisata dan manfaatnya bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Rakerda ini, POSSI Kaltim berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi memperkuat fondasi prestasi dan memaksimalkan potensi wisata bahari Bumi Etam. (*)
Editor : Ery Supriyadi