KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Regenerasi wushu Kalimantan Timur menunjukkan geliat besar pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025 yang resmi dibuka di GOR Latihan 1, kompleks Gelora Kadrie Oening, Jumat (12/12). Total 131 atlet dari sembilan pengcab turun gelanggang, menandai pertarungan awal menuju Porprov 2026 di Kabupaten Paser.
Dari jumlah tersebut, 72 atlet tampil di nomor sanda dan 59 atlet di nomor taolu. Mereka berasal dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Timur, Berau, serta Pengcab Paser yang mendapat kesempatan tampil melalui wild card.
Baca Juga: 131 Pendekar Wushu Kaltim Berebut Tiket Porprov, Siapa yang Lolos?
Kelas yang dipertandingkan juga cukup lengkap. Untuk sanda, terdapat tujuh kelas putra dan empat kelas putri. Sementara taolu mempertandingkan enam kelas putra dan enam kelas putri. BK dijadwalkan berlangsung hingga 15 Desember.
Wakil Sekretaris III KONI Kaltim, Yustina Feri Handayani, mengaku bangga sekaligus terkejut melihat banyaknya wajah baru yang tampil di arena. “Saya masuk ruangan ini tadi merinding. Banyak wajah baru yang muncul. Ini bukti pembinaan wushu kita hidup dan berkembang,” ujarnya.
Yustina memberikan apresiasi khusus kepada Dispora Kaltim yang dinilai konsisten dalam mendukung pembinaan atlet, serta Pengprov Wushu Kaltim di bawah komando Abdul Rasyid yang disebut bekerja keras menyiapkan gelaran ini sesuai standar.
Menurutnya, BK Porprov bukan sekadar seleksi. Agenda ini menjadi tahap krusial dalam roadmap prestasi wushu Kaltim, karena dari sinilah gambaran kekuatan tiap daerah terlihat, sekaligus melahirkan bibit untuk Pra-PON 2027 hingga PON 2028.
“BK Porprov adalah langkah awal yang sangat penting. Di sini kita menguji kekuatan sesungguhnya, memetakan potensi atlet, dan menyiapkan mereka menjadi calon-calon wakil Kaltim di ajang nasional,” ungkapnya.
Baca Juga: KONI–Dispora Kaltim Lakukan Pemantauan Intens, Atlet SEA Games Didorong Tampil Maksimal
Ia berharap ajang ini melahirkan atlet bermental juara dan mencerminkan kualitas kontingen wushu Kaltim di masa depan. Yustina juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga integritas selama bertanding.
“Junjung tinggi sportivitas. Anggap setiap lawan sebagai pemicu untuk menjadi lebih baik,” pesannya. (*)
Editor : Ery Supriyadi