KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN–Balikpapan tampil memukau pada Surabaya Trophy Open 2025 yang berlangsung 8-15 Desember. Tim hoki putri Balikpapan harus puas meraih medali perak dalam ajang yang terlaksana di Lapangan Hoki Darmawangsa, usai kalah atas tuan rumah dengan skor 2-1.
Atas raihan itu, Ketua Federasi Hoki Indonesia (FHI) Balikpapan Al Kuwait menyebut, hasil itu cukup wajar. Sebab, Surabaya diisi 70 persen pemain yang mewakili Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON).
Selain itu minimnya fasilitas bisa jadi salah satu faktor. Mengingat, Hoki Balikpapan hingga saat ini memang masih kesulitan mencari lapangan latihan permanen. “Tentu itu tugas besar, karena lawan sudah terbiasa bermain di lapangan karpet, sementara kami latihan dengan lapangan seadanya,” ujarnya.
Karenanya, dia berharap cabang olahraga (cabor) hoki bisa mendapat perhatian dari Pemkot Balikpapan. Terlebih, cabor itu menjadi salah satu unggulan yang kerap memberikan prestasi hingga level internasional. “Harapannya bisa dibangunkan tempat latihan. Sehingga program dan regenerasi atlet terus berjalan,” tambahnya.
Terlepas dari itu, Al Kuwait menjelaskan, keikutsertaan itu menjadi wadah pemanasan tim sebelum turun di Porprov Kaltim VIII, tahun depan. Menurutnya, Surabaya Trophy Open merupakan ajang penting karena level persaingan yang cukup tinggi.
Ajang itu, lanjutnya, merupakan kesempatan bagi para pemain melihat langsung kualitas lawan, utamanya karena banyak klub dari luar daerah, bahkan Australia ikut ambil bagian. “Level mereka di atas kami, jadi itu sangat menantang sekaligus membuat pemain semakin antusias. Tentu itu pengalaman yang luar biasa untuk para atlet,” pungkasnya. (*)
Editor : Dwi Restu A