KALTIMPOST.ID, KUKAR-Tahun 2025 hanya tinggal beberapa hari lagi. Tapi hingga detik ini, bonus dari kerja keras atlet Kukar di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 tak juga mendapatkan titik terang.
Padahal, atlet berprestasi dari kabupaten dan kota lainnya sudah selesai dibagikan. Hal itu yang menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pembina cabang olahraga di Kukar.
Salah satunya datang dari Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kukar, Joni Ringgo. Dia menyayangkan, kenapa daerah sekelas Kukar tahun ini begitu lamban memberikan bonus atas prestasi yang telah diukir para patriot olahraga asal Bumi Mulawarman.
Padahal, menurut Joni, selama ini Kukar menjadi daerah yang kerap menyerahkan bonus paling cepat ketimbang daerah lainnya. "Saya tidak paham sebenarnya ada apa ini antara Dispora dan KONI Kukar. Apakah ada komunikasi yang terputus atau bagaimana, jika memang ada komunikasi yang tidak sampai, kami dari cabor siap diajak berkomunikasi," terang Joni.
Joni menuturkan, seharusnya daerah lebih memperhatikan kesejahteraan atlet yang sudah berjuang susah payah di medan laga.
"Atlet sudah berjuang keras membawa nama daerah. Kalau diibaratkan, mereka sudah berlatih keras sampai patah patah tulang, tapi setelah berhasil meraih medali, pemkab justru tidak hadir untuk mereka," ucap Joni saat memberikan pendapat dalam Rapat Koordinasi KONI Kukar, Sabtu (27/12).
Joni berharap agar pemkab dalam hal ini bisa segera memberikan respons, sehingga atlet bisa lebih tenang dalam berlatih. "Semoga segera ada titik terang untuk atlet kita yang berprestasi di PON 2024. Karena prestasi mereka soalnya nasional, jadi wajar jika pemkab memberikan perhatian," pungkasnya. (*)
Doni Aditya Haryono
Editor : Dwi Restu A