KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Persatuan Boling Indonesia (PBI) Kalimantan Timur kian serius menatap masa depan. Pembinaan dan regenerasi atlet dipasang sebagai fondasi utama menuju agenda besar olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Langkah ini bukan sekadar wacana. PBI Kaltim memastikan sistem pembinaan kini berjalan lebih terstruktur, berjenjang, dan berkesinambungan.
Ketua Umum PBI Kaltim, Rusman Ya’qub, menegaskan bahwa persoalan regenerasi atlet yang sempat menjadi ganjalan mulai terurai. Bahkan, sektor putri yang sebelumnya minim kini menunjukkan perkembangan signifikan.
Baca Juga: Pilkada Dipilih DPRD, Begini Respons Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PBI Kaltim 2026 bertajuk Merancang Strategi, Membangun Prestasi, Menuju Boling Kaltim yang Unggul. Agenda ini digelar di Hotel Grand Jamrud Samarinda, Ahad (4/1/2026).
Dalam forum itu, PBI Kaltim menyusun kalender event satu tahun penuh sekaligus mengevaluasi program pembinaan yang telah berjalan. Semua diarahkan pada satu tujuan: prestasi berkelanjutan.
“Alhamdulillah, sekarang boling Kaltim sudah punya program yang konsisten. Landasannya siap. Ke depan, regenerasi bukan lagi hambatan,” ujar Rusman.
Baca Juga: Kucuran Bankeu untuk Kota Bontang Susut, Terima 10 Persen dari Usulan
Ia tak menutup mata terhadap evaluasi masa lalu. Pada kualifikasi PON sebelumnya, Kaltim sempat kalah strategi karena lebih banyak menurunkan atlet muda.
Komposisi 70 persen atlet muda dan 30 persen senior membuat Kaltim harus berhadapan dengan daerah lain yang masih mengandalkan pengalaman atlet senior. Namun, hasilnya tetap memberi harapan.
“Kita masih dapat satu perak dan dua perunggu. Itu pengalaman penting untuk membentuk mental dan jam terbang atlet muda,” katanya.
Baca Juga: Awal Semester Kedua, Pelajar di Bontang Bakal Belum Terima MBG
Sinyal positif datang dari sektor junior. Dari sekitar 16 atlet yang dikirim ke Kejuaraan Nasional Junior, Kaltim sukses finis sebagai juara umum kedua di bawah DKI Jakarta.
Capaian ini menjadi bukti bahwa boling Kaltim mulai diperhitungkan di level nasional.
“Atlet junior kita sudah bisa berbicara. Kaltim mulai ditakuti,” tegas Rusman.
Baca Juga: Update Progres Tol Balikpapan-IKN: Ini Beberapa Segmen Tersisa hingga Target Tuntas di Akhir 2026
Di sisi lain, sinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim disebut menjadi kunci keberhasilan program. Sejak kepengurusan Rusdiansyah Aras hingga kini, seluruh agenda PBI Kaltim mendapat dukungan penuh.
“KONI adalah induk kita. Tidak ada satu pun program boling yang tidak di-back up. Ini patut diapresiasi,” ucapnya.
Rakerprov juga menyoroti persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim yang dijadwalkan November mendatang, dengan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah. Boling menjadi salah satu dari 64 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Baca Juga: Pelantikan KONI Balikpapan Bakal Dihadiri 1.200 Atlet dan Cabor
“Hasil Porprov akan menjadi acuan utama menyiapkan atlet menuju PON,” jelas Rusman.
Saat ini, PBI Kaltim menerapkan sistem pembinaan berbasis siklus kompetisi. Setiap pengurus kabupaten/kota wajib menggelar liga, yang kemudian berlanjut ke tingkat provinsi.
Penentuan atlet dilakukan berdasarkan peringkat, bukan seleksi instan. Sistem ini diharapkan melahirkan atlet tangguh dan siap bersaing.
Geliat boling di kalangan generasi muda pun kian terasa. Klub-klub baru yang digagas generasi Z bermunculan, menjadi sinyal cerah masa depan boling Kaltim.
Baca Juga: Libur Nataru Dongkrak Konsumsi Energi
Sejumlah daerah seperti Paser dan Kutai Barat bahkan mendorong mahasiswa yang kuliah di Samarinda untuk dibina sebagai atlet daerah.
Ke depan, PBI Kaltim berencana menggandeng Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim agar boling masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di tingkat SMP dan SMA. Program pelatihan pelatih bersertifikasi juga tengah disiapkan dengan pengesahan KONI.
“Kami optimistis, dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, boling Kaltim akan melangkah ke prestasi yang lebih tinggi,” pungkas Rusman. (*)
Editor : Ery Supriyadi