KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Musyawarah Kota (Muskot) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Samarinda, Sabtu (24/1/2026), berjalan dalam suasana demokratis dan penuh kebersamaan.
Dari forum yang dihadiri 28 perguruan, Muslimin kembali dipercaya memimpin IPSI Kota Tepian untuk periode kedua, masa bakti 2025–2029.
Muslimin terpilih secara aklamasi. Ia menjadi satu-satunya calon dan dinilai berhasil menghadirkan sejumlah program yang dirasakan langsung oleh perguruan.
Salah satunya adalah bantuan fasilitas matras latihan, yang untuk pertama kalinya dapat diterima seluruh perguruan pencak silat di Samarinda pada periode kepengurusan saat ini.
Wali Kota Samarinda melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) H Muslimin, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi serta meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi.
Targetnya, mempertahankan posisi Samarinda sebagai kekuatan utama pencak silat di Kalimantan Timur.
“Kalau melihat hasil Babak Kualifikasi Porprov hari ini, Samarinda sudah juara. Namun masih ada waktu sebelum Porprov digelar. Semua cabang olahraga harus tetap mempersiapkan diri dalam kondisi apa pun,” ujar Muslimin membacakan sambutan wali kota.
Setelah kembali mendapat mandat, Muslimin menegaskan komitmennya melanjutkan program bantuan sarana latihan, khususnya bagi perguruan yang belum menerima matras.
Menurutnya, dukungan fasilitas menjadi kebutuhan dasar dalam pembinaan, di samping memperbanyak kompetisi sebagai sarana evaluasi kemampuan atlet.
“Saya tidak berjanji, tapi akan mengusahakan semaksimal mungkin agar semua perguruan mendapat bantuan matras. Selain itu, atlet yang kuat harus sering bertanding. Kompetisi penting untuk mengukur kemampuan,” ucap dia.
Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap potensi atlet pencak silat Samarinda. Dengan dukungan kepengurusan yang solid dan program pembinaan yang berkelanjutan, ia berharap prestasi dapat terus dipertahankan. (*)
Editor : Duito Susanto