Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ditargetkan Juara Umum di Porprov, Akuatik Balikpapan Singgung Fasilitas dan Bonus

Oktavia Megaria • Jumat, 13 Februari 2026 | 16:43 WIB
TARGET : Ketua Pengcab Akuatik Indonesia (AI) Balikpapan Raden Mas Prihono Slamet.
TARGET : Ketua Pengcab Akuatik Indonesia (AI) Balikpapan Raden Mas Prihono Slamet.

BALIKPAPAN – Cabang olahraga (cabor) renang atau akuatik kerap menjadi lumbung emas Balikpapan di ajang skala provinsi. Hal ini pula yang ditargetkan oleh KONI Balikpapan, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Paser.

Meski cukup percaya diri, pihak cabor tak bisa memungkiri adanya keterbatasan yang dimiliki. Yang utamanya kerap digaungkan ialah fasilitas kolam renang untuk latihan.
Ketua Pengcab Akuatik Indonesia (AI) Balikpapan Raden Mas Prihono Slamet membenarkan, hal ini masih menjadi kendala yang terus berulang. Hal ini juga disampaikan pada pertemuan dengan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), beberapa waktu lalu.

Dia berkata, jelang Porprov memang masih menyisakan sekitar 9 sampai 10 bulan persiapan. Dengan harapan, mereka bisa mematangkan persiapan untuk hasil meraih maksimal yakni juara umum. “Tapi tergantung sebenarnya, bagaimana kepedulian baik itu dari pengurus akuatik, KONI maupun pemerintah kota. Supaya ke depannya atlet ini bisa difasilitasi dengan kolam renang latihan,” katanya.

Dia mengakui, kesulitan mereka hanya soal kolam saja. Apalagi, dengan adanya rencana pemusatan latihan, jika tidak ada tempat khusus akan sedikit sulit.

“Terus sekarang saja kolam kan kami pinjam. Jadi minimal ada kepedulian dari kita-kita ini agar bagaimana anak-anak bisa maksimal menjalani TC selama 3 bulan,” tambahnya.

Dia menambahkan, bila melihat rata-rata perolehan perak di Babak Kualifikasi (BK) Porprov, ada peluang meningkat ke medali emas pada Porprov nanti. Dengan catatan, persiapan yang dilakukan maksimal serta ketersediaan venue.

Di sisi lain, ia juga menyinggung soal adanya bonus. Menurutnya, ini dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet. Apalagi, lanjutnya, bagi para atlet senior, yang kerap mempertimbangkan bonus dari daerah yang dibela.

“Jika bicara soal pembinaan di usia dini, alhamdulillah kami bisa dikatakan sudah sukses. Tetapi kalau sudah menjadi atlet senior, kan mereka bisa menentukan diri sendiri mau mutasi ke mana, provinsi juga tidak membatasi itu. Iming-iming bonus itu yang sering jadi alasan atlet pindah daerah,” tutup Prihono. (*)

Editor : Ismet Rifani
#cabor renang #RM Prihono Slamet #Porprov Kaltim 2026 #fasilitas dan bonus