KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, berdampak ke berbagai lini. Tidak terkecuali dunia olahraga.
Deretan agenda yang sudah disusun dengan matang, tengah menghadapi situasi yang abu-abu. Salah satu yang sedang jadi perbincangan hangat di Kaltim yakni tentang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Paser.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) se-Kaltim, tengah pekan ini, tergambar situasi bahwa pemangkasan TKD membuat daerah kehilangan poros kekuatannya untuk mempersiapkan kontingen, yakni dukungan fiskal.
Dari 10 daerah, hanya tiga yang menyatakan siap. Berdasarkan regulasi, tentu angka tersebut tidak masuk kategori ideal untuk melanjutkan pelaksanaan porprov. Dari fakta tersebut kemudian muncul rekomendasi agar pelaksanaan porprov yang sebelumnya pada November tahun ini bisa diundur.
“Ada sederet agenda yang menanti Kaltim di depan. Persiapan diri harus dilakukan. Tetapi apa daya, tahun ini alokasi anggaran turun drastis. Kita diterpa turbulensi anggaran, termasuk KONI,” ucap Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim Rasman.
“Insyaallah tidak jauh pengundurannya, secepat-cepatnya di triwulan kedua 2027,” ucap Rasman. Dia mengatakan, rekomendasi tersebut akan disampaikan ke pihak terkait untuk dipertimbangkan. Seperti kepada Ketua Panitia Besar (PB) Porprov Kaltim VIII yang juga Bupati Paser dr Fahmi Fadli.
Editor : Rendy Fauzan