Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Skema Baru SKOI Dikaji, Dispora Kaltim Libatkan Dua OPD

Nasya Rahaya • Senin, 30 Maret 2026 | 19:40 WIB

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Nasib Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) kembali menjadi sorotan di tengah efisiensi anggaran dan tuntutan peningkatan prestasi.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mulai menyiapkan skema baru pembinaan atlet berbasis kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengungkapkan bahwa pengelolaan SKOI ke depan tidak lagi sepenuhnya berada di satu instansi.

Ada wacana pembagian peran antara Dispora dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Nantinya, pendidikan tetap di Dinas Pendidikan. Sementara pelatihan dan perekrutan atlet ditangani Dispora,” ujar Rasman.

Baca Juga: Tuan Rumah Kejurnas, TI Kaltim Bidik Dominasi Full Tim

Dia menjelaskan, skema tersebut merupakan hasil kajian bersama, termasuk rekomendasi DPRD. Namun, implementasinya masih membutuhkan waktu karena berkaitan dengan regulasi serta kesiapan anggaran.

SKOI selama ini dikenal sebagai pusat pembinaan atlet pelajar. Sejak berdiri pada 2011, lembaga tersebut telah melahirkan banyak atlet berprestasi hingga level internasional.

Meski demikian, Rasman mengakui pengelolaan SKOI saat ini menghadapi tekanan, terutama dari sisi pembiayaan.

“Di sana terbebani biaya. Kalau dibawa ke Dispora, pasti juga tertekan dengan biaya,” katanya.

Karena itu, pembagian peran dinilai sebagai solusi agar pembinaan tetap berjalan tanpa membebani satu institusi.

Di sisi lain, Dispora juga mulai mendorong perubahan pola pembinaan olahraga. Pendekatan tidak lagi merata ke semua cabang olahraga, melainkan difokuskan pada cabang yang memiliki peluang meraih medali.

Baca Juga: Optimistis usai SK Hibah Diteken, KONI Kaltim Tancap Gas Siapkan Musorprov dan Panitia

“Kalau anggaran minimalis, kami proyeksikan cabang olahraga yang berpotensi meraih medali. Tidak semua harus diikuti jika tidak ada peluang,” tegasnya.

Selain itu, Dispora mendorong keterlibatan pihak swasta dalam pembinaan atlet. Perusahaan di sektor tambang dan perkebunan diharapkan dapat berperan sebagai bapak asuh bagi cabang olahraga tertentu.

“Mereka bisa membantu pemusatan latihan, pelatih, hingga try out,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#efisiensi anggaran #pembinaan atlet #SKOI Kaltim #dispora kaltim