Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Anggaran Terbatas, KONI Kaltim Tantang FPTI Dongkrak Prestasi Panjat Tebing Menuju Porprov 2026 dan PON 2028

Nasya Rahaya • Sabtu, 11 April 2026 | 19:37 WIB
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras saat menghadiri kegiatan olahraga di Samarinda. Sosoknya dinilai masih layak untuk lanjutkan kepemimpinan di KONI Kaltim pada periode berikutnya.
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras

KALTIMPOST.ID-Keterbatasan anggaran menjadi perhatian serius dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) FPTI Kaltim 2026 digelar di ruang rapat KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Sabtu (11/4).

Meski demikian, KONI Kaltim meminta cabang olahraga panjat tebing tetap mampu mendongkrak prestasi.

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengungkapkan anggaran yang diterima tahun ini jauh dari ideal.

KONI Kaltim hanya memperoleh dana hibah sebesar Rp 16,5 miliar, sehingga harus menerapkan skala prioritas dalam pembinaan olahraga.

“KONI Kaltim mendapat Rp 16,5 miliar. Itu sangat sempit sekali. Maka kita bentuklah yang namanya skala prioritas. Tidak lagi seperti dulu,” ujarnya.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: DPR RI Soroti Tol Balsam, Aspek Keselamatan Dipertanyakan, Tol IKN Dinilai Belum Berdampak Luas bagi Masyarakat Kaltim

Dalam skema tersebut, FPTI Kaltim masuk kategori prioritas C atau cabang olahraga harapan. Penilaian itu didasarkan pada capaian dua edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir.

“Panjat tebing masih masuk di grade C, artinya dua PON masih bisa menghasilkan medali. Di Papua medali perak, di Aceh-Sumut medali perunggu,” jelasnya.

Meski berada di level tersebut, Rusdiansyah menegaskan kondisi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunnya prestasi. Ia meminta pengurus FPTI tetap mampu meramu program secara efektif.

“Kalau anggarannya kecil, saya kira bukan alasan kita. Tetapi bagaimana kita meramu dengan dana kecil, tapi prestasinya bisa naik,” tegasnya.

Ia mengingatkan, FPTI Kaltim pernah memiliki catatan prestasi gemilang dengan raihan medali emas di sejumlah PON sebelumnya. Namun, capaian itu menurun dalam dua edisi terakhir.

“Dari PON 2008 di Samarinda, Riau, sampai Jawa Barat kita dapat emas. Tapi di Papua dan Aceh-Sumut kita gagal memberikan medali emas,” katanya.

Selain soal anggaran, Rusdiansyah menyoroti pentingnya efisiensi dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pengamat Sebut Pembangunan Jalan Tol di Kaltim Harus Berbasis Kebutuhan Ekonomi, Tol Samarinda–Bontang Dinilai Paling Mendesak

Ia meminta jumlah nomor pertandingan tidak melebihi standar PON agar tidak membebani anggaran.

“Kalau panjat tebing di PON itu 16 nomor tanding, ya 16 itu saja. Jangan ditambah-tambahi lagi. Ini menyangkut anggaran pelaksanaan,” ujarnya.

Ia juga mendorong peningkatan fasilitas latihan, termasuk perlengkapan pendukung untuk nomor speed yang dinilai masih perlu dilengkapi.

Pada akhir sambutannya, Rusdiansyah mengajak seluruh pengurus dan insan olahraga untuk memperkuat kolaborasi demi mengembalikan kejayaan panjat tebing Kaltim. “Mari kita bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk Kaltim berprestasi,” ucapnya.

Rakerprov FPTI Kaltim 2026 ini diharapkan mampu merumuskan langkah konkret menuju Porprov 2026 dan Babak Kualifikasi PON 2028. (rd)

 

NASYA RAHAYA

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #panjat tebing #KONI kaltim #PON 2028 NTB #Kutai Barat