Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading menegaskan bahwa prestasi tidak bisa hadir secara instan tanpa proses pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan dari daerah.
“Saat ini tidak bisa prestasi itu ujuk-ujuk datang. Tentu butuh komitmen, butuh konsisten dari masing-masing pengcab. Kalau pengcab tidak melakukan hal yang sama, maka jangan pernah berharap ada prestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ia menekankan, setiap pengurus kabupaten/kota harus menghidupkan klub sebagai basis pembinaan atlet.
Baca Juga: Bupati Kubar Melayat ke Rumah Duka Mantan Bupati Rama Alexander Asia, Kenang Jasa Pembangunan Daerah
Menurutnya, pembibitan menjadi kunci utama jika FPTI Kaltim ingin kembali berjaya seperti pada masa sebelumnya.
“Maka, saya berharap harus ada pembibitan dari masing-masing klub di masing-masing kabupaten dan kota. Ketika sudah ada pembibitan tentu tidak gampang, tapi itu langkah awal yang harus dilakukan,” ujarnya.
Rasman juga mengingatkan pentingnya kekompakan dalam organisasi. Ia menyebut, tanpa soliditas pengurus, target prestasi akan sulit dicapai.
“Tanpa kekompakan, tanpa ketulusan maka tidak akan mungkin ada sebuah pengembangan, tidak akan mungkin ada sebuah prestasi tanpa ada kekompakan di dalam kepengurusan ini,” katanya.
Selain itu, ia mendorong FPTI Kaltim untuk berani melakukan terobosan, termasuk menghadirkan pelatih nasional guna meningkatkan kualitas atlet.
“Kalau perlu harus berani mendatangkan pelatih nasional. Bukan berarti mengesampingkan pelatih daerah, tapi ada perbedaan ketika ada pelatih nasional untuk meningkatkan kualitas pembinaan,” jelasnya.
Ia menyinggung capaian prestasi FPTI Kaltim yang sempat menurun dibandingkan masa sebelumnya.
Pada 2016, FPTI Kaltim mampu meraih dua emas dan satu perak, namun hingga 2024 hanya mengantongi satu medali perunggu.
Meski begitu, kondisi tersebut diminta tidak menjadi alasan untuk pesimistis. Justru, menurutnya, situasi keterbatasan harus dijadikan momentum untuk berbenah.
“Gunung pun habis kalau hanya berpikir uang. Tapi bagaimana kita berpikir kreatif, inovatif, inisiatif, efektif, efisien, sehingga apa yang kita harapkan itu menjadi wujud nyata,” tegasnya.
Rasman juga mengapresiasi pelaksanaan Rakerprov sebagai forum strategis dalam merumuskan kebijakan organisasi ke depan.
Ia berharap, hasil raker mampu menjadi pijakan menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Rakerprov ini bukan hanya sekadar silaturahmi, tapi harus merumuskan kebijakan ke depan. Ini bagian dari langkah kita menuju PON 2028,” pungkasnya. (rd)
Editor : Romdani.