SAMARINDA – Kutai Timur kembali menunjukkan tajinya di dinding panjat tebing. Dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur Panjat Tebing Kaltim 2026 yang resmi ditutup di Venue Sport Climbing GOR Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (16/5), Kutim sukses mempertahankan gelar juara umum.
Kontingen Kutim membukukan total 35 medali, terdiri dari 14 emas, 13 perak, dan 8 perunggu. Hasil itu menegaskan dominasi mereka sekaligus menjadi sinyal kuat dalam persaingan pembinaan atlet muda panjat tebing di Kaltim.
Ketua Umum FPTI Kaltim, Elly Luchritia Nova, mengapresiasi capaian Kutim yang dinilai lahir dari kekuatan jumlah atlet dan pembinaan yang berjalan konsisten.
“Juara umum dari Kutai Timur memang patut diapresiasi. Mereka punya banyak atlet dan kekuatan merata. Ini jadi motivasi juga bagi daerah lain untuk terus berkembang,” ujarnya usai penutupan.
Meski Kutim kembali berada di puncak, Elly menegaskan persaingan belum selesai. Kejurprov tahun ini justru menjadi langkah awal FPTI Kaltim untuk menyiapkan kekuatan terbaik menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2027.
Menurut dia, Bontang, Balikpapan, Samarinda, Paser, Penajam Paser Utara, hingga Kutai Kartanegara masih memiliki peluang besar melahirkan atlet-atlet potensial.
“Tidak menutup kemungkinan kabupaten kota lain juga bisa melahirkan atlet baru yang bahkan lebih berprestasi. Kita butuh kekuatan Kaltim secara menyeluruh,” katanya.
Elly berharap pada event berikutnya seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim bisa ambil bagian, termasuk Mahakam Ulu yang tahun ini belum bergabung.
Ia menegaskan, Kejurprov bukan sekadar perebutan medali, tetapi bagian dari proses penjaringan atlet untuk kebutuhan jangka panjang.
“Karena kita akan menghadapi Kejurnas 2027, maka dari sekarang kita harus melihat atlet-atlet mana yang benar-benar berpotensi membawa nama Kaltim kembali berprestasi,” tegasnya.
Elly juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari FPTI Samarinda sebagai tuan rumah, sponsor, panitia, relawan, media partner, hingga komunitas fotografi yang ikut meramaikan lomba foto dalam rangkaian kejuaraan.
Baginya, Kejurprov tahun ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pembinaan karakter, kreativitas, dan sportivitas. “Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah pembinaan karakter, kreativitas, sportivitas, dan persaudaraan,” ucapnya.
Editor : Muhammad Ridhuan