Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kutim Lampaui Target di Kejurprov, Pembinaan Matang Jadi Kunci Dominasi Panjat Tebing

Nasya Rahaya • Selasa, 19 Mei 2026 | 12:50 WIB
Atlet kelompok umur under-11 saat perebutan medali emas pada kategori speed klasik putra, Kejurprov Samarinda 2026. (IST)

 

 
Atlet kelompok umur under-11 saat perebutan medali emas pada kategori speed klasik putra, Kejurprov Samarinda 2026. (IST)    

 

SAMARINDA – Tim Kutai Timur (Kutim) tak sekadar mempertahankan gelar juara umum pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur Panjat Tebing Kaltim 2026 di Samarinda. Kontingen ini justru melampaui target awal setelah menutup kompetisi dengan 14 medali emas, 13 perak, dan 8 perunggu. Hasil ini jauh di atas sasaran semula.

Ketua FPTI Kutai Timur, Aji Fahriansyah Hakim mengaku capaian tersebut menjadi bukti kerja keras seluruh tim setelah melihat ketatnya persaingan, terutama dengan Balikpapan yang dianggap pesaing terberatnya.

“Alhamdulillah target tercapai. Sebenarnya target awal kami juara umum dengan 10 emas, tapi setelah melihat kemampuan Balikpapan, kami harus kerja lebih keras. Alhamdulillah hasilnya bisa 14 emas,” ujarnya.

Baca Juga: Alasan dan Harapan Cabor Kepada Anderiy Syachrum di Bursa Ketua KONI Kaltim

Dari 22 atlet yang diturunkan di berbagai kelompok umur, performa mereka dinilai bukan sekadar mengejar podium Kejurprov, tetapi bagian dari peta besar menuju Porprov Paser 2026 dan Kejurnas Panjat Tebing Jakarta 2026.

Aji menegaskan, hasil di Kejurprov Samarinda menjadi suntikan motivasi penting bagi atlet Kutim untuk menghadapi Kejuaraan Nasional pada Juni mendatang.

“Ini jadi persiapan kami ke Kejurnas. Mudah-mudahan atlet-atlet Kutim bisa kembali memberikan hasil terbaik,” katanya.

Baca Juga: Dana Transfer Belum Pasti Cair, Pemkab Kutim Pangkas Proyeksi APBD

Di balik dominasi Kutim, pola pembinaan terstruktur menjadi fondasi utama. Head Coach sekaligus Kabid Binpres FPTI Kutim, Jamal Al Hadad, menyebut program training camp (TC) sudah dijalankan sejak awal tahun dengan orientasi utama menuju Porprov Paser 2026.

“Persiapan kami sebenarnya untuk Porprov. Jadi Kejurprov ini semacam simulasi kompetisi untuk mengukur kemampuan atlet,” jelasnya.

Atlet Kutim menjalani latihan lima hari dalam sepekan dengan dua hari istirahat. Program tersebut dipadukan dengan kesiapan fasilitas yang disebut sangat representatif.

Sekretaris Umum FPTI Kutim, Fitriyadi mengatakan sarana latihan di Kutim kini menjadi salah satu kekuatan utama, venue ini bahkan pernah digunakan sebagai lokasi TC PON sebelumnya.

“Fasilitas kami alhamdulillah lengkap. Atlet aktif sekarang lebih dari 45 orang dan terus bertambah,” katanya.

Menariknya, seluruh atlet dari berbagai klub dibina dalam satu sistem terpusat di bawah FPTI Kutim. Mayoritas berasal dari kalangan pelajar, dengan dukungan orang tua yang disebut semakin kuat.

“Sekarang orang tua sangat mendukung. Itu penting karena banyak atlet kami datang dari jarak cukup jauh ke lokasi latihan,” tambah Fitriyadi.

Keberhasilan Kutim juga tak lepas dari dukungan pemerintah daerah melalui KONI, Dispora, hingga kepala daerah. “Support pemerintah Kutim sangat baik, dari KONI, Dispora, termasuk bupati dan wakil bupati,” tutup Aji. (*)

Editor : Sukri Sikki
#panjat tebing #Kejurprov #kelompok umur #samarinda