SENDAWAR - Ajang bergengsi pencarian bakat bulu tangkis terbaik di tingkat daerah akan dimulai. Sebagai bagian dari persiapan menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim pada November mendatang di Paser.
Panitia pelaksana seleksi Atlet untuk cabang olahraga bulu tangkis. Ini memberikan kesempatan emas bagi putra-putri daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan merebut tiket membela nama daerah di kancah yang lebih besar.
Baca Juga: Bluefin SMA Putri Menang Dramatis, Segel Tiket Final Party KBL
Ketua PBSI Kutai Barat, Leo mengatakan, seleksi atlet yang dimulai dari atlet kelahiran 2005. Ini diharapkan dapat menjadi panggung bagi para atlet muda untuk mengukir sejarah baru.
"Total ada 50 peserta seleksi yang terdiri dari 28 putri dan 22 putra, memperebutkan 16 tiket menuju Porprov dengan 8 atlit putra dan 8 atlit putri, " jelas Leo, Minggu (7/6/2026).
16 atlet di Porprov akan mengikuti lima nomor tanding. Yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda campuran, dan ada beregu.
Peserta terdiri dari 6 peserta pembinaan atlet dari Barong Tongkok, Siluq Ngurai, Nyuatan, Muara Lawa, Melak dan Sekolaq Darat.
Ketua PBSI menekankan bahwa acara ini bukan sekadar turnamen biasa, tetapi merupakan langkah strategis untuk menjaring atlit-atlit berpotensi tinggi dengan target “Raih Prestasi, Harumkan Daerah Kita”.
Tim seleksi bertekad untuk memilih atlet-atlet yang tidak hanya memiliki teknik dan fisik yang Tangguh. Tetapi juga mental juara untuk bersaing di Porprov dan membawa pulang kemenangan.
"Seleksi disponsori oleh KONI Kutai Barat, dan tidak dipungut biaya alias gratis," ujar Leo.
Sementara itu, Ketua KONI Kubar, Alsiyus mengatakan, pihaknya sudah mengantongi roadmap jangka panjang. Fokus utama ke depan adalah pembinaan atlet usia muda.
Langkah ini diambil sebagai strategi regenerasi, mengingat sebagian besar atlet yang ada saat ini sudah mulai melewati usia keemasan mereka.
KONI juga menegaskan pentingnya modernisasi dalam dunia olahraga. Pola pembinaan ke depan tidak lagi hanya mengandalkan bakat alam, melainkan harus berbasiskan ilmu pengetahuan dan teknologi, meniru keberhasilan daerah-daerah lain yang sudah maju.
Sebagai langkah konkret, pada tahun 2027 mendatang, KONI akan menyusun program persiapan khusus yang ditargetkan untuk menghadapi ajang olahraga besar di tahun 2030.
"Kepada peserta seleksi agar mengikuti sungguh- sungguh, tunjukkan kemampuan diri dan berikan yang terbaik untuk Kutai Barat, " tutupnya. (*)
Editor : Sukri Sikki