SAMARINDA – Energy Football Academy Samarinda (EFAS) resmi diluncurkan di Stadium Mini Soccer, Gang Widodo, Samarinda, Sabtu (11/7). Peluncuran akademi tersebut diramaikan dengan turnamen kelompok umur U-10 dan U-12 yang diikuti 10 sekolah sepak bola (SSB) dari Samarinda dan Kutai Kartanegara.
Ketua EFAS Rudi Susanto mengatakan, pendirian akademi berangkat dari keinginan menghadirkan wadah pembinaan usia dini yang lebih terstruktur sekaligus membuka kesempatan bagi seluruh anak untuk bermain sepak bola tanpa terkendala kondisi ekonomi.
“Selama ini banyak SSB, tetapi untuk pembinaan usia dini masih terbatas. Kami ingin mengembangkan bakat anak-anak sejak dini. Yang punya uang maupun yang tidak punya uang harus tetap punya kesempatan bermain,” ujarnya.
EFAS membina pemain berusia 7 hingga 17 tahun. Berbeda dengan sebagian sekolah sepak bola pada umumnya, akademi ini menerapkan program latihan terjadwal empat kali dalam sepekan, yakni Senin dan Rabu untuk latihan fisik, serta Kamis dan Sabtu untuk latihan teknik dan permainan.
Pembinaan juga didukung tim pelatih berlisensi. Total terdapat enam pelatih, terdiri atas lima pelatih dan satu asisten. Mereka dipimpin Coach Ali Vamous yang mengantongi lisensi AFC C, sementara pelatih lainnya memiliki lisensi C dan D nasional. Selain itu, akademi juga memiliki pelatih khusus penjaga gawang.
“Semua pelatih kami sudah berlisensi, termasuk ada pelatih kiper khusus. Jadi pembinaannya lebih terarah,” jelas Rudi.
Peluncuran akademi turut dimeriahkan turnamen mini sebagai ajang silaturahmi sekaligus mengukur kemampuan pemain usia dini. Sebanyak lima tim U-10 dan lima tim U-12 ambil bagian. Meski mayoritas peserta berasal dari Samarinda, turnamen juga diikuti tim dari Tenggarong dan Muara Jawa.
Rudi mengakui pihaknya sempat mengundang tim dari Balikpapan. Namun, mereka berhalangan hadir karena jadwal yang berbenturan dengan agenda lain.
Ke depan, EFAS berencana menggelar turnamen dengan skala lebih besar apabila dukungan sarana dan waktu memungkinkan.
Tak hanya fokus pada pembinaan, EFAS juga telah mengurus legalitas organisasi. Akademi tersebut telah memiliki akta notaris sekaligus mengakuisisi klub Liga 3 sehingga kini resmi terdaftar sebagai anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur.
Status tersebut membuka peluang bagi EFAS mengikuti kompetisi resmi, termasuk Piala Soeratin U-13 dan U-15 yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
“Minggu depan kami kembali mengikuti turnamen, lalu akhir bulan ini bersiap tampil di Soeratin U-13 dan U-15. Kami juga akan membuka seleksi pemain tambahan,” katanya.
Saat ini EFAS memiliki sekitar 50 pemain aktif, sementara jumlah pendaftar mencapai sekitar 75 hingga 100 anak.
Menariknya, akademi ini tidak membebankan biaya pendaftaran maupun iuran bulanan kepada peserta. Orang tua hanya dikenakan biaya setiap kali sesi latihan berlangsung.
Menurut Rudi, konsep tersebut diharapkan mampu memperluas akses pembinaan sepak bola usia dini di Samarinda sehingga semakin banyak talenta muda yang dapat berkembang dan berpeluang menembus kompetisi tingkat nasional. (riz)
Editor : Muhammad Rizki