Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Berawal dari Hobi, Push Bike Balikpapan Kian Diminati, Bina 50 Rider Cilik Ikutkan Kejuaraan menuju Atlet Berprestasi

Nuron Setya Wijaya • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:21 WIB
Komunitas Push Bike Balikpapan siap berlaga di berbagai kejuaraan. (FOTO NURON/KP)
Komunitas Push Bike Balikpapan siap berlaga di berbagai kejuaraan. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Tawa riang anak-anak memecah suasana di area latihan. Dengan helm yang menutupi kepala dan pelindung di lutut serta siku, mereka mendorong sepeda kecil tanpa pedal menggunakan kedua kaki.

Sesekali tubuh mungil itu kehilangan keseimbangan, tetapi tak butuh waktu lama untuk kembali berdiri dan meluncur lagi. Di balik permainan sederhana tersebut, proses pembentukan karakter dan bibit atlet muda sedang berlangsung.

Olahraga push bike mulai menemukan tempatnya di Balikpapan. Berawal dari aktivitas bermain sepeda, kini olahraga yang mengandalkan keseimbangan itu berkembang menjadi wadah pembinaan atlet usia dini.

Semakin banyak orang tua yang melihat manfaatnya, tidak hanya untuk melatih kemampuan fisik, tetapi juga membangun keberanian, disiplin, dan rasa percaya diri anak.

Baca Juga: Groundbreaking Apartemen Jadi Proyek Asing Perdana di IKN, Investasi Awal Rp 1,27 Triliun, Dijual dengan Harga Mulai Rp 600 Juta Per Unit

Pelatih Push Bike Balikpapan Safarudin menceritakan, komunitas tersebut lahir dari kegelisahan melihat belum adanya wadah khusus bagi anak-anak yang gemar bersepeda. Padahal, minat mereka cukup tinggi dan membutuhkan ruang untuk berkembang secara terarah.

“Awalnya anak-anak memang hanya suka bermain sepeda. Kemudian ada pelatih senior yang menyampaikan kalau di Balikpapan belum ada komunitas push bike. Dari situ kami mulai membentuk komunitas ini,” ujarnya.

Perlahan, komunitas itu berkembang. Kini sekitar 50 peserta aktif rutin mengikuti latihan. Mayoritas merupakan anak usia tiga hingga 11 tahun yang berasal dari berbagai kawasan di Balikpapan.

Pada usia tersebut, menurut Safarudin, perkembangan motorik sedang berada pada fase terbaik sehingga latihan keseimbangan menjadi lebih efektif.

Push bike memang terlihat sederhana. Sepeda tanpa pedal itu hanya digerakkan dengan dorongan kaki. Namun, di balik kesederhanaannya tersimpan banyak manfaat.

Anak-anak belajar menjaga keseimbangan, meningkatkan konsentrasi, mengendalikan kecepatan, hingga berani mengambil keputusan saat melintasi lintasan.

Baca Juga: MPLS Jadi Awal Tanamkan Karakter, Kepala SD Patra Dharma 1 Balikpapan Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar

“Push bike melatih kemampuan psikomotorik anak. Mereka belajar keseimbangan, konsentrasi, keberanian, sekaligus mengendalikan sepeda sejak usia dini,” jelasnya.

Pembinaan pun tidak berhenti pada latihan rutin. Sejumlah rider cilik Balikpapan telah merasakan atmosfer kompetisi di luar daerah, seperti di Kalimantan Selatan maupun Pulau Jawa.

Pengalaman bertanding tersebut menjadi bekal penting untuk membangun mental sekaligus menambah jam terbang para atlet muda.

Menurut Safarudin, keberhasilan pembinaan tidak lepas dari dukungan orang tua. Mereka bukan sekadar mengantar anak berlatih, tetapi juga mendampingi setiap proses perkembangan, termasuk ketika mengikuti kejuaraan di luar kota.

Meski demikian, tantangan terbesar justru berada di arena latihan. Melatih anak usia dini membutuhkan pendekatan berbeda pada setiap individu. Ada yang cepat percaya diri, tetapi tidak sedikit yang masih takut melaju di lintasan.

“Yang paling penting adalah kesabaran. Anak-anak harus merasa nyaman dulu. Kalau sudah percaya diri, kemampuan mereka berkembang dengan sendirinya,” katanya.

Saat ini latihan rutin digelar setiap Selasa di Basement Living Plaza dan Jumat di kawasan Islamic Center Balikpapan.

Dalam waktu dekat, para rider cilik akan mengikuti kejuaraan di Samarinda pada 25 Juli dan Balikpapan Dome pada 30 Juli.

Bagi komunitas ini, setiap kayuhan tanpa pedal bukan sekadar permainan. Dari lintasan kecil itulah harapan mulai dibangun, bahwa hobi masa kanak-kanak suatu hari nanti dapat tumbuh menjadi prestasi yang mengharumkan nama Balikpapan. (rd)

Editor : Romdani.
Push Bike penajam paser utara ibu kota nusantara dome balikpapan atlet berprestasi