Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Balikpapan Diperkuat, Mantan dan Pemain Persiba Turun Langsung Melatih Pemain Muda

Nuron Setya Wijaya • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 10:28 WIB
Pesepak bola muda Balikpapan. (FOTO NURON/KP)
Pesepak bola muda Balikpapan. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Upaya memperkuat pembinaan sepak bola usia dini di Balikpapan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya melalui coaching clinic yang digelar Sekolah Sepak Bola (SSB) Kukayu di Lapangan Sebaru dengan menghadirkan instruktur sekaligus mantan pemain Persiba Balikpapan, Amir Yusuf Pohan, bersama dua pemain aktif Persiba Balikpapan, Beni Oktovianto dan Bryan Cesar.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta dari kelompok usia U-10 hingga U-16. Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teknik dasar sepak bola, tetapi juga pembekalan mengenai kedisiplinan, karakter, serta mental bertanding sebagai bekal untuk meniti karier di dunia sepak bola.

Instruktur coaching clinic, Amir Yusuf Pohan, menegaskan pembinaan usia dini harus diawali dengan penguasaan teknik dasar yang benar.

Baca Juga: Kapolresta Balikpapan Apresiasi Antusiasme Warga, Nobar Timnas Indonesia Berpeluang Digelar pada Piala Dunia 2030

Menurutnya, kemampuan passing, control, dan dribbling merupakan fondasi utama yang harus dimiliki setiap pemain sebelum mengembangkan aspek permainan lainnya.

“Pengembangan skill sangat penting untuk SSB. Yang kami tekankan bagaimana menciptakan kualitas passing, control, dan dribbling. Itu merupakan dasar dalam sepak bola,” ujarnya kepada reporter Kaltim Post di lokasi latihan.

Amir menilai Balikpapan memiliki banyak talenta muda yang berpotensi berkembang menjadi pesepak bola berkualitas.

Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang maksimal tanpa keseriusan pemain dalam berlatih serta dukungan pelatih yang memiliki kompetensi memadai.

“Potensinya ada. Tinggal keseriusan anak-anak itu lagi. Seorang pelatih juga harus mampu memberikan program latihan yang tepat kepada anak didiknya,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas pelatih menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pembinaan.

Baca Juga: Institut Teknologi Kalimantan Gelar Pelatihan Produksi Pot Bunga Semen untuk Tingkatkan Jiwa Wirausaha Masyarakat

Karena itu, para pelatih di Balikpapan diharapkan terus meningkatkan kapasitas melalui kursus, lisensi, dan pendidikan kepelatihan agar mampu menerapkan metode latihan yang mengikuti perkembangan sepak bola modern.

“Pelatih harus punya ilmu. Harapan kami pelatih-pelatih di Balikpapan mau kursus dan terus belajar supaya terbentuk kualitas pemain yang kita harapkan,” tuturnya.

Sementara itu, pemain Persiba Balikpapan Bryan Cesar mengapresiasi tingginya minat anak-anak Balikpapan terhadap olahraga sepak bola.

Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi modal besar bagi kemajuan sepak bola daerah apabila dibarengi pembinaan yang konsisten dari sekolah sepak bola.

“Cukup baik, cukup banyak peminat sepak bola muda di Balikpapan. Semoga SSB-SSB yang menampung talenta-talenta Balikpapan semakin semangat sehingga ke depan bisa melahirkan pemain-pemain hebat,” ujarnya.

Bryan mengingatkan bahwa perjalanan menuju level profesional membutuhkan fokus, disiplin, dan kerja keras.

Kemampuan teknik harus diimbangi dengan komitmen menjaga kondisi fisik, menjalani latihan secara konsisten, serta terus belajar mengikuti perkembangan permainan.

“Yang paling penting adalah fokus. Fokus latihan, fokus istirahat, fokus bermain sepak bola, fokus mengejar target, tetapi tetap disiplin. Disiplin itu yang paling utama,” katanya.

Ia menyoroti tantangan yang kini dihadapi banyak pemain muda, yakni penggunaan handphone secara berlebihan dan lingkungan pergaulan yang kurang mendukung.

Menurutnya, kedua faktor tersebut dapat mengurangi intensitas latihan dan menghambat perkembangan kemampuan pemain.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pakar Ekonomi Sebut Dugaan Korupsi Sektor Batu Bara di Kaltim Jangan Ganggu Iklim Investasi, Tata Kelola Harus Dibenahi

“Lingkungan menjadi salah satu tantangan. Handphone juga bisa membuat kita malas latihan karena waktu banyak habis untuk bermain,” ungkapnya.

Melalui coaching clinic tersebut, peserta memperoleh pengalaman berharga dari mantan maupun pemain aktif Persiba Balikpapan.

Selain memperkuat kemampuan teknik, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan mental juara, kedisiplinan, dan semangat berlatih sehingga semakin banyak talenta muda Balikpapan yang mampu menembus level profesional serta mengharumkan nama daerah di kancah sepak bola nasional. (rd)

Editor : Romdani.
Atlet muda Balikpapan piala dunia 2026 sepak bola pesepak bola sekolah sepak bola