Sabet Emas PON tapi Latihan di Rumput Liar, Ketum KONI Kaltim Anderiy Syachrum Turun Tangan Benahi Lapangan Hoki!

Eko Pralistio • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:23 WIB
Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum (tengah) menyerahkan satu unit mesin potong rumput dorong untuk lapangan hoki di kawasan Gelora Kadrie Oening, Samarinda. (FOTO: HUMAS KONI KALTIM)
Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum (tengah) menyerahkan satu unit mesin potong rumput dorong untuk lapangan hoki di kawasan Gelora Kadrie Oening, Samarinda. (FOTO: HUMAS KONI KALTIM)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Prestasi cabang olahrag hoki dalam beberapa tahun terakhir berjalan beriringan dengan ironi. Di satu sisi, tim putra dan putri mampu mempersembahkan medali emas pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara. Di sisi lain, para atlet justru harus berlatih di lapangan dengan rumput yang meninggi hingga tak lagi layak digunakan. Kondisi itu akhirnya mendorong pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim bergerak. 

Senin (20/7) sore, Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum menyerahkan satu unit mesin potong rumput dorong untuk lapangan hoki di kawasan Gelora Kadrie Oening, Samarinda. Bantuan yang berasal dari program tanggung jawab sosial (CSR) salah satu perusahaan swasta di Samarinda tersebut diterima langsung oleh pelatih hoki putri Kaltim, Norma Yunita atau yang kerap disapa Eno, dan disaksikan atlet-atlet yang tengah menjalani persiapan menuju Kejuaraan Nasional pada Agustus mendatang.

Anderiy mengatakan, keluhan mengenai kondisi lapangan sudah beberapa kali disampaikan pelatih kepada KONI. Setelah meninjau langsung lokasi bersama jajaran pengurus, ia mendapati rumput lapangan memang telah tumbuh terlalu tinggi. "Setelah saya lihat langsung bersama pengurus, memang betul rumputnya tinggi-tinggi dan perlu ditata," ujar Anderiy.

Baca Juga: KONI Kaltim Siapkan Aplikasi Keuangan Cabor, Atlet Bisa Awasi Penggunaan Anggaran

Rumput yang tidak terawat bukan sekadar mengurangi kenyamanan latihan. Menurut Eno, pelatih Hoki Kaltim, kondisi tersebut sempat memaksa atlet meninggalkan lapangan hoki dan mencari lokasi alternatif. Mereka memanfaatkan lintasan lari yang berada di area lapangan sepak bola Gelora Kadrie Oening agar program latihan tetap berjalan. Situasi itu tentu jauh dari ideal, terlebih para atlet sedang mempersiapkan diri menghadapi agenda nasional.

Persoalan tersebut menjadi semakin mendesak karena lapangan hoki di Gelora Kadrie Oening akan digunakan sebagai venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026. Meski Kabupaten Paser ditetapkan sebagai tuan rumah Porprov, cabang olahraga hoki dipindahkan ke Samarinda lantaran Paser belum memiliki lapangan yang memenuhi kebutuhan pertandingan.

Namun, mesin pemotong rumput hanya menjadi solusi jangka pendek. Tantangan yang lebih besar justru terletak pada standar lapangan hoki itu sendiri. Anderiy mengungkapkan pihaknya mulai menjajaki kerja sama dengan pemerintah maupun pihak ketiga untuk meningkatkan kualitas lapangan sesuai standar nasional. Berdasarkan masukan dari pelatih, lapangan hoki modern tidak lagi menggunakan rumput alami.

Baca Juga: Target Juara Umum PON 2028, Gubernur Rudy Mas'ud Minta Perusda dan Swasta Jadi Bapak Angkat Cabor KONI Kaltim

"Karena kalau menurut Ibu Eno tadi, sebenarnya standar lapangan hoki bukan lagi lapangan rumput alam, tapi harus memenuhi standar nasional, yakni menggunakan rumput sintetis yang terlebih dahulu harus dicor dengan semen," katanya. Perubahan tersebut tentu membutuhkan anggaran yang tidak kecil. Karena itu, KONI memilih membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar pembenahan fasilitas bisa dilakukan secara bertahap.

Prestasi Perlu Diimbangi Fasilitas

Perhatian terhadap cabang hoki bukan tanpa alasan. Pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara, tim hoki Kaltim berhasil menyumbangkan medali emas dari nomor outdoor putra maupun putri. Menurut Anderiy, capaian itu semestinya diikuti dengan fasilitas latihan yang memadai. 

Dia memastikan kepengurusan baru akan mulai menginventarisasi kebutuhan cabang olahraga berprestasi agar pembinaan tidak hanya berhenti pada target medali.

"Kasihan juga kalau prestasi tadi belum diimbangi dengan fasilitas latihan yang memadai. Makanya di kepengurusan baru ini, kami akan coba inventarisasi cabor-cabor berprestasi yang membutuhkan perhatian lebih," tegasnya.

Senada, Ketua Harian KONI Kaltim, Nidya Listiono mengatakan, proses pendataan kebutuhan atlet kini mulai dilakukan. Dalam sepekan ke depan, jajaran pengurus dijadwalkan mengunjungi sejumlah cabang olahraga untuk melihat langsung kondisi latihan sekaligus mendengar persoalan yang dihadapi atlet maupun pelatih.

Pendekatan itu, kata dia, diharapkan membuat kebijakan yang diambil KONI tidak hanya berdasarkan laporan administrasi, tetapi juga kondisi nyata di lapangan. “Jadi saat ini kami sambil mendata, untuk satu minggu ke depan kami akan langsung turun ke lapangan meninjau atlet-atlet di beberapa cabor yang sedang latihan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, pelatih Hoki Kaltim, Eno, menilai perhatian yang mulai ditunjukkan pengurus baru KONI Kaltim disebut menjadi sinyal positif.  Pihaknya berharap dukungan terhadap pembinaan atlet tidak berhenti pada bantuan alat, melainkan berlanjut pada peningkatan fasilitas latihan agar prestasi hoki Kaltim dapat terus dipertahankan di level nasional. "Jujur, kehadiran ketua umum bersama unsur pimpinan sore ini menjadi suntikan motivasi bagi kami untuk terus berprestasi di kancah nasional," kuncinya. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Atlet Kaltim Anderiy Syachrum GOR Kadrie Oening Hoki Kaltim KONI kaltim