KALTIMPOST.ID-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim memperkuat komunikasi dengan cabang olahraga (cabor) sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi atlet daerah.
Sebanyak 47 cabor kategori harapan dan pembinaan diundang dalam forum diskusi untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, mulai dari pembinaan atlet, kebutuhan pelatih, hingga mekanisme penggunaan anggaran tahun 2026.
Forum yang digelar di Ruang Rapat KONI Kaltim, Rabu (22/7), menjadi wadah bagi pengurus cabor untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh penjelasan terkait kebijakan pembinaan yang akan diterapkan pada tahun depan.
Melalui dialog tersebut, KONI berharap tercipta kesamaan pemahaman sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif.
Baca Juga: Kaltim Masih Kekurangan 3.500 Guru SMA, SMK, dan SLB, Anggota DPRD Minta Pemenuhan Jadi Prioritas
Ketua KONI Kaltim Anderiy Syachrum mengatakan, kepengurusannya ingin membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dengan seluruh cabang olahraga.
Menurutnya, KONI tidak hanya berperan sebagai penyalur anggaran, tetapi juga harus hadir mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi atlet, pelatih, maupun pengurus selama menjalankan program pembinaan.
“Yang bertanding bukan kami, tetapi para atlet. Kami ingin mendengar langsung masukan dari pelatih, pengurus, dan atlet supaya kita bisa berjalan bersama. Masalah yang dihadapi cabang olahraga juga menjadi masalah kami. Kami tidak ingin hadir hanya saat kalian berprestasi,” ujarnya.
Anderiy menegaskan, forum tersebut juga bertujuan menghilangkan kesalahpahaman mengenai sistem pembinaan dan tata kelola anggaran di KONI Kaltim.
Ia memastikan dana pembinaan dapat diakses sesuai mekanisme yang berlaku sehingga seluruh pihak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan prestasi.
“Kami hanya ingin mendengar masukan supaya tidak ada salah sangka. Dana cabor bisa diakses pelatih, pengurus, maupun atlet sesuai mekanisme. Tujuan kita sama, yaitu membenahi sistem agar lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Bendahara KONI Kaltim Siti Astridya menjelaskan skema bantuan anggaran pada 2026 masih mengacu pada sistem klaster yang diterapkan pada tahun sebelumnya.
Dalam skema tersebut, cabang olahraga kategori harapan dapat mengajukan bantuan maksimal Rp 105 juta, sedangkan kategori pembinaan maksimal Rp 35 juta.
Selain itu, anggaran penyelenggaraan kejuaraan provinsi (kejurprov) dibatasi maksimal Rp 65 juta. Sementara kejurprov junior maksimal Rp 50 juta.
Adapun mekanisme pelaporan pertanggungjawaban anggaran tetap menggunakan sistem yang diterapkan pada 2025.
“Nanti silakan masing-masing cabor mengatur strateginya agar tetap bisa mencetak prestasi dengan dana yang tersedia,” ujar Astridya.
Sebagai informasi, 47 cabang olahraga yang mengikuti forum tersebut terdiri atas 30 cabor kategori harapan dan 17 cabor kategori pembinaan.
Pembagian tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan pembinaan sepanjang 2026. KONI Kaltim berharap forum serap aspirasi ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi dengan seluruh cabang olahraga.
Dengan begitu, pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan mampu menghasilkan prestasi yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. (rd)
Editor : Romdani.