KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kaltim hingga kini masih menunggu kepastian apakah cabang olahraga arung jeram akan dipertandingkan pada Porprov Kaltim mendatang.
Ketua Harian FAJI Kaltim Michael Henry Smith mengatakan, pihaknya belum menerima daftar final 50 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Sejauh ini, informasi mengenai kemungkinan adanya pemangkasan cabang olahraga baru diperoleh melalui pemberitaan media dan komunikasi antarpengurus olahraga.
"Sampai saat ini sih belum ada. Artinya kita hanya melihat di media, pemberitaan, atau informasi lisan dari kawan-kawan," kata Smith.
Baca Juga: BYD Haka Balikpapan Lengkapi Lini MPV Elektrifikasi, M6 EV dan M6 DM Siap Bidik Pasar Kaltim
Meski belum ada kepastian, Pengprov FAJI Kaltim telah menggelar rapat koordinasi bersama pengurus FAJI kabupaten/kota se-Kaltim untuk membahas kesiapan menghadapi Porprov.
FAJI Kaltim juga memahami kondisi anggaran yang menjadi salah satu pertimbangan penyelenggaraan Porprov. Karena itu, organisasi tersebut membuka peluang melakukan efisiensi apabila memang diperlukan.
Salah satu opsi yang bisa dilakukan adalah mengurangi durasi pertandingan. Menurut Smith, Pengprov FAJI Kaltim bersama technical delegate (TD) dan penyelenggara lokal dapat menyesuaikan jadwal pelaksanaan.
"Kalaupun memang karena biaya, kami dari Pengprov bersama TD dan penyelenggara lokal bisa mengurangi hari pertandingan. Kalau memang bisa dikurangi, ya kita kurangi harinya," ujarnya.
Pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov sebelumnya, cabang arung jeram mempertandingkan 16 nomor selama lima hari.
"BK kemarin kita mempertandingkan 16 nomor selama lima hari," jelasnya.
Baca Juga: TKD Anjlok Rp 20 Triliun dan DBH Ditahan Pusat, Pemprov Kaltim dan 10 Kabupaten/Kota Bersatu
Smith menegaskan, apabila nantinya ada pengurangan nomor pertandingan maupun hari pelaksanaan sebagai bagian dari efisiensi anggaran, FAJI Kaltim tidak mempermasalahkannya. Namun, keputusan tersebut diharapkan melalui proses komunikasi dengan pengurus cabang olahraga.
Menurut dia, sebelum ada keputusan final mengenai cabang olahraga atau nomor pertandingan yang dipangkas, Pengprov FAJI maupun TD yang ditunjuk sebaiknya dilibatkan dalam pembahasan.
"Harapan kami, sebelum keputusan final mengenai siapa yang dicoret, minimal Pengprov atau TD yang kami tunjuk sebagai perpanjangan tangan ke PB dan panitia diajak berdiskusi," katanya.
Smith menambahkan, FAJI Kaltim tidak ingin pemangkasan nomor pertandingan dilakukan secara sepihak tanpa adanya penjelasan kepada pengurus cabang olahraga.
"Harapan kami jangan tiba-tiba memotong nomor kami. Kalau memang dipotong, setidaknya ada klarifikasi sehingga tidak menimbulkan kesan yang kurang baik," tuturnya.
Menurutnya, FAJI Kaltim memahami keterbatasan anggaran dalam penyelenggaraan Porprov. Namun, komunikasi sebelum keputusan final sangat penting agar seluruh pihak memahami alasan pengurangan nomor pertandingan maupun cabang olahraga.
Hingga kini, FAJI Kaltim masih menunggu kepastian mengenai daftar final cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Porprov.
"Harapan kami, sebelum daftar itu keluar, ada komunikasi dari tuan rumah, dalam hal ini PB Porprov, minimal kepada Pengprov atau pihak yang kami tunjuk untuk membahas cabang olahraga arung jeram," pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi