KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Dua atlet dancesport asal Balikpapan mengharumkan nama Kalimantan Timur di kancah internasional. Tampil pada Negeri Sembilan International Dancesport Championship 2026 di Regent Hall Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia, 8–9 Agustus, keduanya sukses membawa pulang total 11 medali.
Nazwa Kirey Sakura menjadi penyumbang medali terbanyak. Atlet binaan Nirmala Studio Balikpapan itu meraih dua medali perak dan lima perunggu dari kelas Solo Latin Open 4 Dansa dan Solo Open Latin Elite 5 Dansa.
Sementara itu, rekannya, Aqeela Vanita Pinkan Lantu, membawa pulang satu medali perak dan tiga perunggu dari kelas Solo Latin Beginner.
Baca Juga: Bontang Pangkas Belanja Operasi Rp23,48 Miliar, Pelayanan Dasar Tetap Dijaga
Hasil tersebut menjadi buah dari latihan rutin yang dijalani keduanya jauh sebelum kompetisi. Latihan intensif di Nirmala Studio membuat kedua atlet datang ke Malaysia dengan persiapan matang.
Meski belum mampu meraih medali emas, capaian tersebut tetap disyukuri. Persaingan dalam kejuaraan internasional itu terbilang ketat karena mempertemukan atlet dari berbagai negara.
Setiap atlet tentu menargetkan medali emas. Namun, hasil yang diraih kali ini menjadi bahan evaluasi sekaligus pemacu untuk meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.
Ibunda Kirey, Yenny Toding Datu, mengatakan perjuangan putrinya menuju kompetisi internasional tidak mudah. Hampir setiap hari Kirey menjalani latihan setelah pulang sekolah hingga malam.
“Dia berlatih, berlatih, berjuang. Pokoknya dia berlatih terus pulang sekolah sampai malam. Dia juga ikut lesson atau privat untuk mengikuti dansa ini,” ujar Yenny.
Kegigihan tersebut membuat Kirey harus pandai mengatur waktu antara sekolah dan latihan. Bahkan, ia tak jarang langsung menuju tempat latihan setelah pulang sekolah dan berganti pakaian di lokasi latihan.
Yenny mengungkapkan, Kirey juga berangkat ke berbagai kejuaraan secara mandiri tanpa sponsor. Sebelum berlaga di Negeri Sembilan, Kirey mengikuti Bali Open dan berhasil mengamankan lima medali.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Graha Indah Rutin Patroli Malam
“Yang membuat saya kagum itu jerih payahnya. Dia kepengin maju, betul-betul fokus dan kepengin memajukan nama Indonesia, khususnya Kaltim,” katanya.
Keikutsertaan Kirey dalam ajang internasional bukan kali pertama. Pada Desember 2025, ia juga berlaga di Malaysia dan ketika itu mengoleksi 12 medali.
Di Negeri Sembilan, persaingan datang dari sejumlah negara, di antaranya Australia, Filipina, Vietnam, Thailand, China, Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, hingga Rusia.
Dari seluruh peserta, China menjadi salah satu lawan yang paling mendapat perhatian Kirey. Menurut Yenny, kualitas atlet dari Negeri Tirai Bambu tersebut sangat kuat.
“Kalau lawan yang paling terberat itu kemarin China. Kalau China memang luar biasa, pokoknya keren. Targetnya Kirey mau mengalahkan yang China itu,” ujarnya.
Untuk mengejar target tersebut, Kirey bahkan menjalani lesson dengan sejumlah guru dansa di luar daerah. Ia rela bepergian ke Jakarta hingga Surabaya untuk mendapatkan pelatihan tambahan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari proses panjang Kirey untuk meningkatkan kualitas penampilan sekaligus membawa nama Kaltim dan Indonesia di panggung dancesport internasional.
Bagi Kirey dan Aqeela, 11 medali dari Negeri Sembilan bukan menjadi garis akhir. Capaian tersebut justru menjadi modal untuk kembali berlatih dan menghadapi persaingan yang lebih ketat pada kejuaraan berikutnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi