KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – kedisiplinan dan kemauan yang kuat mengantar Rizky Sholeh Akbar sampai ke panggung Asia. Atlet muda asal Kutai Timur (Kutim) itu kini dipercaya memperkuat Timnas Panjat Tebing Muda Indonesia pada World Climbing Asia Youth Championship 2026 di Tiongkok.
Rizky bukan atlet yang baru mengenal panjat tebing. Siswa berseragam putih abu-abu yang telah berusia 16 tahun itu sudah menekuni olahraga tersebut sejak berumur enam tahun. Artinya, hampir satu dekade hidupnya dihabiskan untuk berlatih dan mengasah kemampuan di atas dinding panjat.
“Dari kemauan diri sendiri,” kata Rizky ketika ditanya siapa yang pertama kali mengajaknya menekuni panjat tebing. Seiring waktu, latihan yang awalnya bermula dari ketertarikan berubah menjadi keseriusan.
Baca Juga: Bakar Sampah Berujung Kebakaran, Api Merembet ke Lahan Dekat Rumah Warga Balikpapan
Kini, siswa SMK Hasanuddin Sangatta tersebut berlatih hampir setiap hari. Dia hanya memiliki waktu libur pada Senin dan Kamis. Rutinitas tersebut semakin padat ketika menghadapi pertandingan.
Latihan biasanya berlangsung sejak sore hingga malam. “Pulang latihan istirahat sebentar, ganti baju latihan, langsung latihan lagi,” ujarnya.
Rizky sendiri tengah dipersiapkan menghadapi agenda besar. Sebelum mendapat panggilan Timnas, program latihannya lebih banyak diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Paser 2026, pada November nanti.
Namun, kesempatan membela Indonesia di level Asia datang lebih dulu. Rizky dijadwalkan turun di kategori U17 Men disiplin Lead dalam World Climbing Asia Youth Championship 2026 yang berlangsung pada 21–25 Agustus.
Baca Juga: Humas Polda Kaltim Sambangi SKK Migas, Bahas Penguatan Komunikasi Industri Migas
Dia menjadi satu dari 13 atlet muda Indonesia yang dipilih untuk berlaga pada kejuaraan tersebut. Tim Indonesia akan turun pada tiga disiplin, yakni Lead, Speed, dan Boulder.
Kepercayaan tersebut bukan tanpa modal. Rizky sudah merasakan persaingan tingkat nasional. Juni lalu pada Kejuaraan Nasional Panjat Tebing Kelompok Umur XX FPTI 2026 Jakarta, Rizky mengoleksi 1 medali di kategori Lead U17 putra dan 1 perak di Boulder U17 putra.
Kini tantangannya berbeda. Lawan yang dihadapi bukan lagi hanya pemanjat dari berbagai daerah di Indonesia, melainkan atlet-atlet muda dari negara-negara Asia.
Ketua Umum FPTI Kutai Timur, Aji Fahriza Hakim, sat dikonfirmasi mengaku apa yang diraih Akbar menjadi motivasi besar bagi seluruh atlet lokal, baik junior maupun senior yang saat ini tengah mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Paser.
"Ini momen yang sangat berharga sekaligus pemantik semangat bagi atlet-atlet kita yang sedang berlatih menghadapi Porprov Paser. Semoga apa yang ditargetkan dapat tercapai, bahkan melebihi harapan," ungkap Aji.
Sementara Fitriyadi dan Jamal Al Hadad, pelatih FPTI Kutim mengaku bangga dengan pencapaian Akbar. Ia menyebut persaingan di level Asia saat ini sangat ketat. “Tapi saya pikir Akbar bisa bersaing dengan pemanjat muda Asia lainnya, mengingat Akbar punya kualitas bagus,” terang Fitriyadi.
Baca Juga: Polwan Ditlantas Polda Kaltim Turun ke Baru Ilir, Ratusan Paket Minyak Goreng Dibagikan
Keberhasilan Akbar juga jadi motivasi bagi pelatih panjat Kutim. Jamal mengaku bertekad terus membina dan melahirkan pemanjat potensial untuk Kutim dan Kaltim, agar bisa bersaing di kancah nasional hingga menembus level internasional.
"Kami terus berkomitmen mencetak atlet-atlet muda berbakat dari Kutim. Keberhasilan Akbar ke kejuaraan Asia adalah bukti bahwa proses pembinaan berjalan ke arah yang benar," ujar Jamal. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo