Andi Harun Dorong Open Turnamen untuk Cegah Kejenuhan Atlet dan Perkuat Pembinaan

M Hafiz Alfaruqi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:43 WIB
MEMBUKA: Wali Kota Samarinda Andi Harun membuka Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Samarinda Cup Open III 2026 di GOR Segiri, Rabu (26/8). (HAFIZ/KP)
MEMBUKA: Wali Kota Samarinda Andi Harun membuka Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Samarinda Cup Open III 2026 di GOR Segiri, Rabu (26/8). (HAFIZ/KP)

SAMARINDA – Rutinitas latihan tanpa diimbangi kesempatan bertanding dinilai dapat memicu kejenuhan atlet. Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendorong kejuaraan terbuka atau open turnamen menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, keberadaan kompetisi penting untuk memberi ruang bagi atlet menguji kemampuan sekaligus mengevaluasi hasil latihan. Apalagi, kalender pertandingan resmi seperti Pekan Olahraga Pelajar, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) masih terbatas.

“Kalau event berkurang atau terbatas, tingkat kejenuhan dan stres atlet akan tinggi. Mereka setiap hari berlatih, tetapi tidak ada wadah untuk mengaplikasikan pelajaran yang didapat selama latihan,” ujarnya usai membuka Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Samarinda Cup Open III 2026 di GOR Segiri, Rabu (26/8).

Baca Juga: 850 Atlet Ikuti Walikota Samarinda Cup Open 2026, Jadi Ajang Pembinaan Pencak Silat Kaltim

Menurut Andi Harun, open turnamen dapat menjadi solusi untuk mengisi kekosongan kalender pertandingan. Selain sebagai ajang uji coba, kompetisi memberikan kesempatan kepada pelatih dan perguruan atau padepokan untuk mengukur efektivitas program latihan yang telah diberikan kepada atlet.

Jadi Ajang Talent Scouting

Andi Harun juga melihat kejuaraan terbuka sebagai ruang untuk melakukan talent scouting. Atlet yang menunjukkan kemampuan dan potensi dapat dipetakan untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Juara-juara dari event turnamen IPSI atau KONI pasti akan dipantau. Mereka berpotensi dipanggil mengikuti pemusatan latihan. Nama mereka sudah masuk dalam mapping atau scouting calon atlet pencak silat yang akan dibina lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut dia, setidaknya ada tiga manfaat utama dari penyelenggaraan Wali Kota Cup Open III. Pertama, sebagai sarana pembinaan dan pembibitan atlet. Kedua, menjadi ruang pencarian bakat. Ketiga, menjadi bahan evaluasi bagi perguruan untuk memperbaiki pola pendidikan dan latihan.

Antusiasme atlet dari berbagai perguruan yang mengikuti kejuaraan tersebut, kata Andi Harun, menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kompetisi masih tinggi.

Ia menilai besarnya hadiah bukan faktor utama dalam sebuah kejuaraan. Hal yang lebih penting adalah tersedianya ruang bagi atlet untuk bertanding.

“Yang penting event pertandingannya ada. Ini menjadi ajang uji coba program-program pelatih sekaligus alat untuk melakukan evaluasi,” tegasnya.

Ke depan, Andi Harun mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memperbanyak open turnamen dengan melibatkan lebih banyak cabang olahraga.

Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Dengan keterbatasan anggaran, event tetap dapat digelar selama memiliki konsep dan pola pembinaan yang jelas.

“Dengan dana terbatas kita bisa melaksanakan open turnamen. Yang penting pola pembinaan, pola event, dan siklus ekosistem pembinaan keolahragaan berjalan normal sesuai cabang olahraga masing-masing,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
pencak silat Samarinda open turnamen Samarinda pembinaan atlet Samarinda Wali Kota Samarinda Cup Open III 2026 andi harun